BEKAL KESUKSESAN ANAK-(2)

Bismillahirrohmanirrohim; Berikut adalah lima kecerdasan dari seluruh delapan kecerdasan anak; Cerdas musik

Senandung bunda, nyanyian ayah adalah lagu paling merdu yang disukai anak.

 

Tepuk tangan, ketukan jari pada meja atau tuts piano, atau suara tralala, trilili, siulan adalah salah satu cara mengenalkan irama dan lagu serta alunan bacaan alquran.

Sejalan dengan bertambahnya usia, keterampilan motorinya, alat musik atau olah vokal yang sesuai dengan bakat dan minat anak dapat difasilitasi, dengan pengadaan alat musik di rumah atau tempat kursus. Bermusik, bernyanyi, diduga ikut berperan mengembangkan otak kirinya anak.

Cerdas tubuh
(a)    Melangkah kedepan dan kebelakang, serong kekiri dan kekanan, bergoyang badan, kepala, pundak, lutut, kaki, bertepuk-tepuk tangan, dengan lagu atau alat senam adalah cara awal menstimulasi kecerdasan tubuh.
(b)    Bermain peran. Kembangkan imajinasi anak dengan berpura seperti objek tertentu.
(c)    Ajak anak bergerak bersama melalui permainan yang menyenangkan. Jalan, lari, lompat, lempar, tendang adalah olah-tubuh sebagai dasar awal olah raga. Selain itu, aktivitas fisik berperan untuk metabolisme tubuh guna mendukung pertumbuhan juga perkembangan fungsi motorik.

Cerdas alam
(a)    Menyiram dan memupuk tanaman, memelihara dan memberi makan binatang, membersihkan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah (daur ulang dan tidak) adalah contoh dasar memupuk kecerdasan alam.
(b)    Menceriterakan sesuai dengan usia dan daya pikirnya tentang: siklus hujan, mengapa terjadi banjir, guna pepohonan di hutan, habitat binatang, penghijauan, daur ulang, pupuk, polusi, alamiah dan non alamiah, dsb.

Cerdas diri
(a)    Memuji, menghargai serta mengajak anak dapat mengetahui kelebihan -dan kekurangannya (stength & weaknesses), adalah upaya mengembangkan anak cerdas diri.
(b)    Hargai privasi anak. Kadang anak memerlukan waktu menyendiri tanpa gangguan. Ada kalanya ia ingin mendengarkan pikirannya sendiri. Apakah suasana rumah mendukung anak untuk merenung di rumah?

Cerdas sosial
(a)    Permainan interaksi sosial. Di waktu bermain, Anda bisa mengajak anak bermain dengan kawan sebaya a.l permainan monopoli, sepak bola dan permainan lainnya yang mengandung unsur kerjasama, interaksi, dan koordinasi dengan pemain lainnya.
(b)    Kenalkan dunia lain. Jangan hanya menyimpan anak di rumah, ajaklah anak-anak tetangga berkunjung ke rumah dan bermain dengan si Kecil.

Dengan beberapa tips tersebut mungkin Anda sudah menerapkannya, artinya anak hidup di lingkungan belajar yang kondusif. Jika perhatian Anda luput pada suatu hal, Anda bisa menyeimbangkannya dengan memberi stimulasi berikutnya untuk mengembangkan kecerdasan anak dari berbagai aspek.

Elemen penting adalah apa yang dapat Anda dan anak lakukan bersama tak hanya menilai dari apa yang mereka bisa lakukan. Pupuklah kecerdasan bawaan anak yang telah dimilikinya, serta terus menstimulasi secara berkesinambungan dengan sabar dan tekun kecerdasan lain tanpa memaksakan, yang bisa jadi akan mempengaruhi kecerdasan bawaan anak. (FR; bahan dari http://www.parentsguide.co.id/smf/index.php?topic=322.)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: