BEKAL KESUKSESAN ANAK-(1)

Bismillahirrohmanirrohim
Mungkin saja tidak semua anak berpotensi menjadi Einstein, tetapi bukan berarti anak tidak memiliki kecerdasan. Adalah tugas orangtua memfasilitasi dan menghantar perkembangkan unik tiap kecerdasan anak.

Dr Howard Gardner, pakar psikologi dari universitas Harvard mengemukakan teorinya bahwa kecerdasan tidak terpatri di tingkat tertentu dan terbatas saat seseorang lahir. Setiap orang mengembangkan kecerdasan dengan beragam cara yang dikenal dengan multiple intelligences, katanya.

Menurut Gardner, terdapat 8 kategori kecerdasan yaitu : Cerdas bahasa, cerdas logika, cerdas visual-spasial, cerdas musik, cerdas diri, cerdas gerak, cerdas alam, dan cerdas sosial.

Sebenarnya kedelapan kecerdasan ini dimiliki oleh setiap anak, namun tingkat perkembangan masing-masing kecerdasan berbeda pada tiap anak. Agar anak berkesempatan mengembangkan potensi kecerdasannya, orangtua perlu memberi lingkungan belajar kondusif salah satunya lingkungan rumah.

Misalnya, kecerdasan dapat dibangun melalui interaksi anak dengan mainannya. Namun, orang-tualah yang tetap menjadi peracik lingkungan belajar. Sebab itu luangkan waktu bermain bersama si Kecil. Berikut beberapa ide yang bisa Anda lakukan bersama anak :

Cerdas Bahasa

(a)    Ajak anak berbicara, bercakap, berkata, berbincang, bertukar pendapat sesuai usia dan kemampuannya. Ucapkan kata jelas dengan bahasa yang baik dan benar. Tidak meniru bahasa anak yang masih “cedal”. Beri kesempatan ergantian untuk berbicara dan mendengarkan dengan perhatian. Anak ikut bermain drama, sandiwara, deklamasi, salah satu cara memfasilitasinya agar cerdas bahasa.
(b)    Cinta buku. Perkenalkan kegiatan membaca sejak anak usia balita dengan mendongeng buku cerita, puisi, dan beragam bacaan untuk anak. Saat usia sekolah ajak anak mulai membaca ensiklopedia, novel atau komik edukatif untuk merangsang minat membaca.
(c)    Banyak menulis. Dukung anak untuk bercerita melalui tulisan, guna menstimulasi kecerdasan bahasa-tulis, yang amat diperlukan kelak kala anak membuat karya ilmiah seperti kertas-kerja, skripsi, tesis bahkan desertasi.

Cerdas Logika
(a)     Kebiasaan sehari-hari dapat dimanfaatkan untuk menstimulasi kognitif anak. Ajak anak membedakan hal misal: besar/kecil, banyak/sedikit, berat/ringan, cepat/lambat, adalah cara penanaman hitungan dasar. Mengumpulkan warna, bangun, atau permukaan yang sama awal dari belajar himpunan.
(b)    Biarkan anak bereksplorasi dengan lingkungannya. Misal tanaman yang ada dalam pot, dapat diketahui jumlah dan perbedaan dari daun, batang, bunga juga warna, bentuk, bau. Di usia sekolah, alat bantu seperti kompas, penggaris, skala, gelas ukur, kamus, sempoa, kalkulator, dsb, dapat dipakai sebagai sarana mengasah logika.

Cerdas spasial
Menyusun, menempel, melipat, membalur, menyambung, memotong, mereka-reka (mendesain), antara lain cara menstimulasi kecerdasan spasial. Contoh orang cerdas spasial a.l: pelukis, designer (interior/eksterior baju, kemasan), arsitek, pematung, kolase, sulam/bordir dsb. Ikuti terus lanjutannya, kalau memang tulisan ini menarik bagi anda. (FR; bahan dari http://www.parentsguide.co.id/smf/index.php?topic=322.)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: