PROSESI WUKUF-1

Memasuki wukuf berikut penggalan khutbah yang disampaikan oleh Ustadz. Drs. H.Ayi Ali Idrus : “Kita sekarang berada pada haji Akbar, sebagaimana Rasulullah saat melaksanakan haji juga wukufnya jatuh pada hari jum’at.

Suatu hal yg juga tidak mudah kita dapatkan, ini semua adalah karunia Allah SWT yang telah memilih kita semua untuk bisa hadir ditempat ini pada hari ini, sehingga kita mendapat kesempatan untuk mendapatkan haji akbar, tentunya sesuatu yang mulia, sesuatu yang besar, godaan dan tantangannyapun luar biasa.

Kita sudah merasakan godaan itu sejak tadi malam, kita sudah merasakan bahwa perut kita lapar tetapi Insya Allah hati kita tidak lapar”. Ustadz melanjutkan “ Hati kita bercahaya dengan Nur Ilahi, sikap kita tetap tawakal dan pasrah kepada Allah SWT, kita akan menerima dengan ikhlas kondisi yang ada ini.

Mudah-mudahan ini merupaka ujian yang terberat bagi kita dan apabila kita lulus dalam ujian ini kita akan mendapat kedudukan yang mulia pula disisi Allah SWT. Seraya kita bermohon kepada Nya semoga cobaan yang datang sejak malam tadi sampai saat ini yang belum pernah dialami oleh para jamaah haji yang berwukuf di Arafah segera dihilangkan dan diangkat oleh Allah swt dan digantikannya dengan yang lebih baik . amin Allahumma amin……. ”

Semua jemaah haji tertunduk penuh khusu’ terus menyimak kalimat yang disampaikan dalam khutbah wukuf terkadang gemetar mendengar kalimat Al quran yang disampaikan, kadang sejuk menusuk relung hati, terkadang takut siksa Allah, semua bergejolak dalam dada. Setelah khutbah wukuf, dilanjutkan sholat Dhuhur dan Ashar di jama’ qasar.

Perbanyaklah Berzikir dan berdo’a
Prosesi Dzikir Wukuf, dalam rombongan di tenda besar, kita akan mengadu dan bertemu langsung kepada sang maha pencipta secara personal. Beberapa mereka sepakat menghabiskan waktu wukuf dari dimulainya pelaksanaan wukuf sampai terbenamnya matahari dengan tidak meninggalkan sajadah. Mereka sebelumnya menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan.

Disiapkannya buku-buku dzikir dan do’a yang dibawa dari tanah air serta buku manasik pemberian pemerintah Arab Saudi. Satu lagi sapu tangan dan handuk kecil mulai kuletakkan dipangkuanku, karena aku yakin air mata akan mengalir tatkala asyik bermunajat kehadapan Allah.

Sebelum memasuki pelaksanaan dzikir wukuf, mereka saling memaafkan yang sangat penting untuk membersihkan hubungan dengan sesama sehingga memudahkan kita untuk berhadapan dengan Allah. Ada juga cerita bahwa ada sepasang suami isteri yg manula, suaminya tidak mau memaafkan kesalahan isterinya ketika di Padang Arafah ini. Padahal Isteri minta maaf ke Bapak, walaupun sudah dibujuk oleh ketua rombongan. Astaghfirullah.

Tak ada do’a khusus yang dipanjatkan, umumnya mereka memohon ampunan dosa yang telah diperbuat selama ini sisanya hanya beberapa kalimat do’a untuk kebaikan didunia, juga memohonkan ampunan kepada kedua orang tuaku, isteri dan anak-anak.

“Ya Rabb, engkaulah dzat yang maha menguasai jiwa ini, aku mohonkan kehadapanMu sedikit kemurahan kasih sayangMu untuk mengampuni dosa-dosa yang telah hambaMu ini lakukan. Ya Allah sisakan sedikit surgamu untuk hambaMu yang bergelimang dengan dosa.”

Air mata membasahi saputangan dan handuk seperti tertumpah di air. Semakin mendekati matahari terbenam isak tangis semakin menjadi, karena waktu untuk bertemu dengan sang Khalik tentunya dalam hitungan menit, dan akan segera berpisah dalam bagian terpenting dihadapan Allah.

Tanpa sadar tangisan bisa menjadi sesenggukan bagai anak kecil yang maraung-raung, semua tumpah ditempat itu. Sesekali aku lihat isteri mengisi setiap detik ditenda (posisinya disudut belakang tenda) dengan dzikir, do’a dan qiraat Al Qur’an.

Ketika terdengar suara Adzan bertanda Sholat Maghrib telah tiba sekaligus menandakan berakhirnya waktu wukuf. Alhamdulillah mereka bersyukur karena bisa melalui wukuf tanpa tergoda untuk mencari makanan, berphoto ria, ngobrol kesana-kemari sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian kecil jamaah.

Bersyukurlah mereka dengan adanya cobaan ini sehingga waktu wukuf di Arafah dipergunakan hanya untuk memohon ampunan Allah. Selanjutnya mereka menyiapkan diri ke kamar mandi, menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa ke Mudzdalifah. Mereka akan sholat di Mudzdalifah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah.

Wukuf di Arafah dapat dijalani karena kemurahan dan kasih sayang Allah, karena terpilih menjadi tamuNya di tempat yang mulia,  ditempat Allah paling banyak memberikan ampunan kepada hambaNya. Tempat dimana sangat diidamkan oleh jutaan ummat muslim sedunia.

Allah telah memberikan jamuan istimewa yang hanya dengan rasa iman yang tinggi kita akan mengetahui balasan dari jamuan Allah itu. Masalah pelayanan Haji di Arab adalah cara Allah  menyeleksi siapa hambaNya yang layak untuk mendapatkan predikat mabrur.

Allah dengan bangga akan mengumumkan kita sebagai lulusan terbaik dengan predikat haji Mabrur. Allah tidak mungkin menyengsarakan hambaNya, buktinya diberi kekuatan, kesehatan, kemudahan dari sini saja sudah luar biasa balasan yang Allah bayar cash di padang Arafah ini dan InsyaAllah untuk hari-hari kedepan.

Untuk Saudara-saudaraku yang akan menunaikan ibadah haji, jangan sia-siakan peluang dan keberuntungan yang sudah Allah berikan kepada Anda di Arafah ini, sedih rasanya melihat dan menyaksikan saudaraku jamaah haji yang melewatkan begitu saja setiap waktu di Arafah ini tanpa dzikir dan memohon ampunan kepada Nya.

Tahanlah keinginan Anda untuk berphoto, merokok, dan membicarakan hal-hal duniawi ketika wukuf. Jangan buang kesempatan yang sudah Allah berikan kepada Anda sebagai tamuNya di tanah suci ini, Ibadah haji menjadi tangisan jutaan ummat manusia kepada Sang pencipta, agar mereka diberi kesempatan datang ke Baitullah dan saat ini Anda yang diberi kesempatan itu. Semoga Anda bijak memilih kesempatan baik ini dengan amalan dzikir mohon ampunan Allah dari pada berkegiatan duniawi yang hanyalah tipuan dunia semata. (FR; bahan dari abusyafwanblogspotcom)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: