BERSIH-IMAN; DAKWAH-6

Bismillahirrohmanirrohim
Sejak kecil saya diajarkan bahwa Islam adalah agama paling benar yang diturunkan pada manusia melalui seorang lelaki berbudi luhur bernama Muhammad. Seorang lelaki mulia yang tak pernah membiarkan seseorang terluka hatinya karena kata-kata maupun karena perilakunya.

Saya diajarkan bahwa semua yang diajarkan Islam benar adanya. Beberapa hadits pendek bahkan masih bisa saya ingat dengan baik. Tapi ada satu hadits yang selalu saya gugatkan kepada beberapa teman muslim jika kami sedang ngobrol santai.

Sebuah hadits yang pasti diketahui, mungkin dihafal dengan baik, oleh seluruh muslim karena terlalu sering disampaikan yaitu “Kebersihan sebagian dari Iman”. Tapi cobalah menoleh ke kiri dan ke kanan kita. Bersihkah ?

Setiap saat kita melakukan ritual agama karena kita menerima itu bagian dari budaya yang dikenal sejak kecil. Kita juga saksikan ratusan orang meninggalkan Indonesia tiap tahun menuju Mekkah untuk berhaji padahal ke Mekkah bukan hanya membutuhkan mental yang kuat tapi juga puluhan juta rupiah harus disetorkan.

Kita menonton ratusan mata menangis jika ada tayangan tentang zikir oleh seorang ustadz. Semua itu bagus-bagus saja dilakukan. Tapi bagi saya, esensi dasar dari tujuan kita beragama itu adalah bersatu dengan Zat yang Maha Mencipta.

Agama hanya menjadi jalan menujuNya. Kita dengan mudah menuding siapapun yang tak sejalan dengan kita. Kita menunjuk hidung orang sambil mengatakan bahwa kita yang paling benar. Padahal siapa yang bisa menjamin bahwa yang kita lakukan benar menurut versi Allah ?

Sementara secara fisik kita juga terus mengotori rumah dan lingkungan kita seenaknya karena kita kira itu hanya tugas tukang sampah dan bukan tugas kita. Toh kita sudah bayar penyapu jalanan dengan pajak kita. Toh kita sudah bayar tukang sampah lewat iuran RT/RW.

Maka sebenarnya hadits di atas ingin mengajarkan kepada kita bahwa Iman harusnya berada di tempat yang bersih, di hati yang bersih, di jiwa yang bersih. Tanpa kebersihan, tak mungkin ada iman. Wallahu a’lam. (FatchurR; diolah dari Rahmah Hasjim, Jakarta, Des-08; wikimucom)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: