DAKWAH YANG BIJAK-1

Bismillahirrohmanirrohim
Da’wah adalah ajakan kebaikan dengan cara yang terbaik sebagai upaya memberi hidayat berupa petunjuk. Hidayah seakar dengan kata hadiah. Yakni sesuatu yang seyogianya baik dan bermanfaat, yang dikemas dengan indah dan diserahkan dengan lemah lembut.

Sejak dini, Nabi Muhammad Saw diingatkan dalam al-Qur’an bahwa “Sekiranya engkau berucap kasar lagi berhati keras, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu” [QS Ali Imran [3]: 159]. Berucap kasar menggambarkan sisi luar manusia, dan berhati keras menunjuk sisi dalamnya.

Keduanya, “berucap kasar dan berhati keras” perlu disingkirkan, karena ada yang berucap kasar tapi lembut hatinya, atau ucapannya manis tapi hatinya busuk. Yang berda’wah diharapkan menggabungkan perilaku sopan, kata yang indah, berhati luhur, penuh kasih, walau terhadap yang durhaka dan kejam.

Informasi yang diberikan hendaknya benar dan bermanfaat. Itulah cermin kasih dalam berda’wah. Sedang kata yang indah, halus, dan lemah lembut merupakan kunci kesediaan sasaran mendengar ajakan.

Ucapan harus bermanfaat bagi pendengarnya. Jika tidak, pengucap dan pendengarnya merugi. Minimal kerugian waktu dan energi. Bisa jadi kerugian berupa dampak yang dihasilkan dari yang didengar. Mungkin ucapan itu mengubah pikiran yang telah benar, atau memberi ide keliru padanya.

Terdapat banyak tuntunan kitab menyangkut kriteria kata yang diinformasikan, antara lain baligha [QS an-Nisa [4]: 63]. Kata itu mengandung arti sampainya sesuatu ke sesuatu yang lain dengan cukup. Seorang yang pandai menyusun kata hingga mampu menyampaikan pesannya dengan baik lagi cukup, dinamai mubaligh.

Ciri ini baru terwujud bila seluruh pesan yang hendak disampaikan tertampung dalam rangkaian kata. Tidak bertele-tele yang membosankan, tidak pula singkat yang mengaburkan. Tidak menggunakan kata yang asing di telinga pendengarnya, tidak juga berat di lidah pengucapnya.

Kata lain yang digunakan al-Qur’an untuk menyampaikan informasi yang baik adalah sadida [QS al-Ahzab [33]: 70]. Ini mengandung makna meruntuhkan sesuatu kemudian memperbaikinya. Ini berarti kritik yang disampaikan agar disertai usul perbaikan. Kritik harus membangun. Kata sadida juga berarti tepat.

Seseorang dituntut menyampaikan yang benar susunan kalimatnya, tepat waktu dan sasarannya. “Apabila Anda berkata kepada teman Anda pada hari Jum’at saat khatib berkhutbah : ‘Diamlah (dengarkan khutbah), maka Anda telah melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan.

” Ini bukan karena kandungan larangan itu salah, tetapi sasaran dan waktunya tidak tepat. Jika demikian, tidak semua harus disampaikan. Pilihlah yang bermanfaat dan perhatikan pula sasaran. Karena ada yang pandai, yang bodoh, atau anak kecil, dan dewasa.

Jadi paparkanlah persoalan yang akan diberi informasi kepada tuntunan agama. Kalau kandungannya sudah benar maka perhatikanlah dampaknya berkaitan dengan waktu dan masyarakat. Kalau ia tidak menimbulkan dampak negatif, maka paparkan lagi masalah itu kepada pertimbangan nalar.

Kalau nalar memperkenankan, maka Anda boleh menyampaikannya, kepada umum atau orang tertentu saja, bila penyampaian kepada umum dapat menimbulkan dampak negatif atau kesalahpahaman.

Selanjutnya ketika Nabi Musa dan Harun as menghadapi penguasa kejam Fir’aun, mereka berdua dipesan Allah : Agar menyampaikan dengan Qaulaa Layyina [QS Thaha [20]: 44] yakni lemah lembut. Ini bukan berarti tidak menyampaikan kebenaran atau menyembunyikannya.

Tetapi kebenaran yang disampaikan, bahkan kritik yang dilontarkan, hendaknya tidak menyinggung perasaan, apalagi menimbulkan amarah. Demikian sekelumit tuntunan al-Qur’an menyangkut da’wah yang baik. (FatchurR; bahan dari berbagai sumber)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: