TAKUT YG PRODUKTIF-2

Bismillahirrohmanirrohim
Satu lagi cerita yang menggambarkan buah dari rasa takut melakukan perbuatan dosa. Seorang anak memungut buah delima yang ranum dari sungai. Setelah dimakan lalu timbul penyesalan. Dia sangat menyesal memakan buah itu tanpa izin kepada pemiliknya.

Padahal buah yang jatuh dan dialirkan sungai lazimnya tidak ada lagi sangkut pautnya dengan yang punya. Namun karena anak ini seorang yang sangat takut melakukan dosa. Dia menelusuri sungai itu kearah hulu sampai dia menemukan sebuah kebun delima.

Dicarinya pemilik kebun itu, untuk dapat dimaafkan karena telanjur memakan buah delima yang didapati terapung di sungai. Dalam hati pemilik kebun itu, ini tentu bukan anak sembarangan. Si pemilik kebun itu mengetes anak ini.

“Tidak mungkin saya maafkan, kecuali kalau kau mau menikahi anak gadisku”. “Tapi saya belum ingin nikah, Pak”. Jawabnya. “Ya, terserah, tapi saya tidak memaafkanmu”. “Baiklah Kalau begitu, saya siap menikahi anak Bapak”. ” Tapi perlu kamu ketehui” kata orang tua itu, “Bahwa anak gadis saya itu buta, bisu, tuli dan lumpuh”.

Dalam hatinya dia berkata, “Mau diapakan perempuan seperti itu. Tidak dapat diajak berkomunikasi”. Tapi demi keselamatannya dari kungkungan dosa yang membahayakan kehidupannya kelak diakhirat dia terima ajakan itu. Diapun dinikahkan langsung oleh orang tua itu setelah memanggil saksi.

Selanjutnya dia disuruh mendatangi calon isrinya di kamar. Alangkah kagetnya, karena yang ditemui adalah seorang perempuan cantik. Mungkin perempuan itu penjaga gadis cacat itu, pikirnya. Dia kembali menemui calon mertuanya.

“Tidak ada di kamar perempuan seperti yang Bapak maksud itu. Di kamar tidak ada orang yang buta, bisu, tuli dan lumpuh. Sang mertua menjelaskan,” Itulah yang Bapak maksud, nak. Yang saya katakan buta karena tidak suka melihat yang jelek-jelek yang dapat mendatangkan dosa;

Bisu karena tidak suka ngomong yang mendatangkan dosa; tuli karena dia tidak senang mendengar suara yang mendatangkan dosa; lumpuh karena dia tidak suka kemana-mana. Inilah hasil takut terlibat dalam perbuatan dosa.

Makanya ketika kamu datang melaporkan perbuatanmu meminta dimaafkan atas perbuatan memakan buah delima yang hanyut di sungai, langsung saya tangkap kamu, karena orang baik yang mau melakukan itu. Saya tidak ingin menikahkan anak saya dengan sembarang orang”.

Hasil pertemuan kedua orang “takut berbuat dosa” itu, lahirlah seorang ulama besar, yang kita kenal dengan Imam Syafi’i, yang mazhabnya paling banyak pengikutnya di seluruh dunia. Ulama yang sejak umur 7 tahun sudah menghafal Al-Qur’an 30 juz. Bersambung (FatchurR; bahan dari Mansur Salbu; http://immasjid.com/?pilih=lihat&id=823)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: