PELUANG PADA IDUL FITRI

Bismillahirrohmanirrohim
Momentum spiritual untuk memperkokoh fondasi hubungan antara manusia dengan Sang Khalik dan antara manusia-manusia, inilah hakikat sebuah hari raya dan bisa disebut hablumminallah wa habulumminannas.

Idul fitri berarti kembali kepada kesucian dan kebersihan yaitu setiap kita selesai beribadah puasa Ramadan, telah terbebas dari berbagai noda dan coreng hitam selama ini. Setelah itu kita harus berusaha agar hidup ke depan selalu berada dalam kesucian lahir dan batin.

Yang terpenting dalam merayakannya mencapai status Idul Fitri. Dengan kesadaran seperti itu maka kita akan mampu menaklukkan hawa nafsu; mampu melihat batas aturan dan larangan Allah, sehingga kepentingan lahir berbentuk politik, ekonomi, sosial budaya kontra dengan bisikan suara hati nurani.

Mereka yang berpredikat puasa mabrur tampak tingkah lakunya seusai ramadan. Jika sebelumnya, shalat sering tertinggal, setelahnya shalat berjalan baik dan lancar. Atau sebelum ramadan tidak berdisiplin, sering melanggar aturan/larangan, setelah itu mulai berdisiplin, taat semua peraturan yang ada serta menjauhi segala larangan.

Bagi mereka wajar melaksanakan Idul Fitri dengan penuh kegembiraan dan suka cita. Wajar karena mampu menunaikan kewajibannya sebulan penuh berpuasa dan ibadah lain. Mereka bersuka cita, karena meyakini akan mendapat ampunan dan balasan sesuai dengan makna Idul Fitri yaitu kembali kepada fitrahnya.

Setiap orang yang lulus ujian pasti bangga dan yakin akan menerima ganjaran setimpal yaitu ampunan dari Nya. Dengan keyakinan itu mereka merayakan Idul Fitri dengan mengagungkan asma Allah, takbir dan tahmid sepanjang hari. Mereka rayakan dengan suka ria, tidak berlebihan karena kegembiraannya sudah terkendali dengan mantap.

Makna Idul Fitri sarat dengan kemanfaatan yaitu untuk bersyukur dan mempererat tali silaturahmi terhadap sanak keluarga dan handai tolan sesama muslim. Hal ini penting karena hubungan sesama manusia yang menurut ajaran Islam diwajibkan selain hubungan dengan Allah SWT.

Dengan selesainya puasa dan melaksanakan Idul fitri hendaknya kita akan menerima tobat dan kehidupan baru sehingga menjadi suci dan disenangi serta bermanfaat bagi banyak orang. Tidak mudah memang untuk mencapai hikmah puasa dengan hasil yang baik dan diterima oleh Allah SWT, sebagai suatu kemenangan dengan menjadi manusia suci dari segala noda dan dosa.

Untuk mencapainya perlu pengorbanan yang cukup berat di samping persyaratan lain yang harus dipatuhi utamanya menahan hawa nafsu. Apabila kita lulus dari cobaan itu maka Allah SWT akan memberikan balasan yang setimpal sebagaimana hadist Rasulullah SAW berikut ini :

“Barangsiapa berpuasa sebulan penuh dalam bulan ramadan dengan memelihara pribadinya dari segala yang membuat puasanya batal dan sia-sia, niscaya puasanya akan menutupi segala dosa-dosa yang telah lalu.”

Apabila ibadah puasa sudah lengkap diharapkan kita akan terbebas dari dosa yang kita perbuat selama ini. Tetapi sebaliknya makanakala puasa kita tidak lengkap maka akan bertambah pula dosa kita.

Tentu kita semua mengharapkan puasa kita yang kita laksanakan dan segala amal ibadah kita di dalamnya akan diterima Allah SWT, sehingga terhindar dari kesia-siaan. (FatchurR; bahan dari Drs HM Daud Rusjdi; wwwsripokucom)

Tag:

Satu Tanggapan to “PELUANG PADA IDUL FITRI”

  1. Bandara dan Stasiun Dipadati Penumpang – Suara Karya Says:

    […] PELUANG PADA IDUL FITRI « Masjid Al-Muaawanah […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: