JANGAN KEKURANGAN VITAMIN

Bismillahirrohmanirrohim
SELAMA sebulan penuh, umat Muslim menjalankan kewajiban berpuasa, menahan lapar, dahaga dan segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, untuk kembali menuju fitrah. Mengubah jadwal makan seharusnya tidak menjadi alasan untuk terganggunya aktivitas sehari-hari.

Tetapi, di tengah usaha menahan lapar-dahaga itu kerap muncul kekhawatiran, tubuh akan kekurangan cairan dan juga nutrisi lainnya yang berguna untuk kesehatan. Kecemasan itu berasalan mengingat banyak orang yang makan hanya untuk mengenyangkan perut tanpa memikirkan apa yang sebaiknya di makan.

“Untuk menunjang vitalitas selama berpuasa tentu kita harus menutrisi tubuh dengan makanan yang lengkap,” kata dr Ida Gunawan, spesialis gizi. Pada saat berpuasa, tubuh tidak akan mendapat energi dan zat gizi lain dari makanan selama kurang lebih 14 jam.

Akibatnya tubuh akan berusaha memenuhi kebutuhan energi dengan cara membongkar lemak dan protein tubuh. Pembongkaran lemak tubuh tentu sangat baik bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Tapi, pembongkaran protein sebaiknya dihindari.

Itu sebabnya, ketika berpuasa, aspan makanan harus mengandung protein yang cukup sehingga tubuh mempunyai bahan untuk menyintetis kembali protein yang terkuras. Protein bisa diperoleh dari daging sapi, ayam, tempe, tahu, telur, susu, dan kacang-kacangan.

Makanan berprotein tinggi juga baik diasup saat sahur karena perlu proses pencernaan lebih lama dan penyerapan lebih lama dibandingkan dengan makanan berkarbohidrat tinggi sehingga kita tidak cepat merasa lapar.

Yang juga tak kalah penting adalah kebutuhan vitamin dan mineral. “Bila kekurangan salah satunya atau lebih zat gizi itu bisa menyebabkan seseorang mengalami kekurangan gizi sehingga aktifitas jadi kurang maksimal,” kata Ida. Pada orang yang berpuasa, tentu hal ini akan menyebabkan tubuh jadi merasa mudah lelah.

Vitamin dan mineral dibutuhkan dalam jumlah sedikit, namun kehadirannya mutlak diperlukan setiap hari dan tidak bisa dianggap sepele. “Untuk mendapatkan nutrisi yang lengkap, diperlukan makanan yang lengkap pula. Bila tidak memungkinkan, perlu asupan tambahan, seperti suplemen atau minuman bervitamin,” kata Ida.

Saat ini banyak tersedia minuman yang diklaim mengandung gizi lengkap. Salah satunya adalah FitActive produksi OrangTua Grup yang baru diluncurkan beberapa waktu lalu. Menurut Yuna Eka Kristina, Public Relation Manager OrangTua, dalam satu botol FitActive terdapat 16 nutrisi, mulai dari Vit A, B, C, D, E dan mineral serta diperkaya sari buah asli untuk menambah kesegarannya.

Meski mengandung vitamin dan mineral, namun menurut Ida, sifat minuman atau suplemen hanyalah sebagai pelengkap. “Prinsipnya penuhi dulu dari makanan,” katanya. Kandungan vitamin dalam minuman itu tak mencapai 100% dari angka kebutuhan gizi harian sehingga tetap perlu ditambah dari makanan.

Yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi minuman bernutrisi sejenis adalah kandungan gulanya. Menurut dr.Ari Fahrial Syam, Sp.PD dari RS.Thamrin Jakarta, minuman yang banyak beredar biasanya mengandung unsur gula dan mempunyai nilai kalori.

“Bagi yang obesitas atau penderita diabet, asupakan tambahan kalori ini harus diperhitungkan,” katanya. Jadi, bijaklah memilih minuman kemasan, dengan menempatkan pertimbangan kesehatan sebagai faktor utama. (FR; Bahan dari Sriwijaya Post – Minggu, 15/08/10 11:51 WIB)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: