ZAMMILUUNY (SELIMUTI AKU)

Bismillahirrohmanirrohim
Rosulullah mendapatkan wahyu pertamanya dalam keadaan bergetar ketakutan, menggigil menyaksikan dahsyatnya Jibril dalam bentuk aslinya dan beliau terjatuh ke bumi. Kemudian berlari pulang menuruni lembah-lembah berbatu.

Dan berkata kepada Khodijah; ‘Zammiluuny, (selimutilah aku)’. Khodijah menuangkan air dingin serta menghibur nabi ; ‘Sungguh Allah tidak akan menghinamu, Demi Allah, engkau adalah orang yang suka menyambung silaturahmi, suka menolong orang yang membutuhkan, menjamu tamu dan mengusahakan kebutuhan bagi yang lemah’

Hikmah dari hadits ini adalah kesetiaan Khodijah istri yang baik, cerdas akalnya, teguh hatinya, luas wawasannya, pantas diteladani para muslimat. Di saat suaminya menghadapi masalah dia ikut empati, memberi kabar gembira, dan memotivasi agar mendapatkan jalan keluar. Memberi pelajaran agar seorang muslim memberi perlindungan dan ketenangan kepada siapa saja yang ditimpa kekawatiran.

Qodhi al-‘Iyadh berkata; gemetarnya nabi merupakan rasa ketakutan kalau-kalau beliau kelak tidak mampu mengemban dan melaksanakan wahyu Allah. Nabi demikian takutnya. Namun, kini kita lihat umatnya yang begitu santai menyikapi wahyu Allah. Dan merasa sudah pasti masuk surga.

Para ulama’ berkata mengenai ucapan Khodijah kepada nabi; akhlak yang mulia dan perbuatan baik sebenarnya menjadi penyelamat bagi pelakunya dari hal-hal buruk. Demikian pula sebaliknya, akhlak yang buruk dan dosa-dosa menjadi penghancur bagi pelakunya.

Al-Qodhy ‘iyadh menjelaskan, kebaikan nabi bukan sekedar meniru budaya suku Qoraisy yang baik saat itu seperti menjamu tamu, selalu menanggung beban orang lemah, suka berterima kasih, mempelajari majas sastra. Namun lebih dari itu karena nabi memang sebagai manusia pilihan Allah.

Akhlak nabi menyambung silaturahmi, bisa dilakukan seorang muslim dengan mengunjungi keluarga, sanak kerabat dan sahabat dengan berbuat baik kepadanya. Misalnya; memberi hadiah, mengucapkan salam, membantunya dengan berbuat secara materiil dan immaterial, mendakwahi mereka jika masih kafir.  (Fatchur R; bahan dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: