KOLESTEROL MELONJAK


Puasa bisa dijadikan kesempatan untuk meningkatkan kesehatan dengan diet atau detoksifikasi. Tapi banyak terjadi puasa justru membuat kolesterol meningkat karena gaya puasanya ‘balas dendam’.

Hal ini karena kecenderungan berbuka puasa sebagai ajang balas dendam terhadap berbagai makanan berkolesterol tinggi.

Kebiasaannya setiap puasa, orang cenderung mengonsumsi makanan-minuman manis dan bersantan. Selain itu, ada kecenderungan mengurangi aktivitas olah tubuh untuk menyimpan tenaga agar kuat menjalani tugas sehari-hari. Padahal, dengan perubahan pola makan inilah risiko tinggi kolesterol sering mengintai.

“Puasa itu bagus untuk kesehatan tubuh, sepanjang orang mau membatasi pola makannya tanpa balas dendam,” ujar dr Arieska Ann Soenarta, Sp.JP (K), spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah RS Harapan Kita, dalam acara konferensi media ‘Kontrol Hidup Kontrol Kolesterol’ di Plaza FX, Jakarta, Kamis (19/8/2010).

Menurut dr Ann banyak sekali kecenderungan orang makan tidak terkontrol pada bulan puasa, terutama saat buka puasa. Hal ini dapat diamati dengan penuhnya restoran mahal yang menyajikan berbagai makanan termasuk makanan berkolesterol tinggi, di saat buka puasa.

“Meskipun puasa, pola makan kita tetap harus sehat  dan tidak boleh berlebihan. Mentang-mentang puasa, makan jangan asal aja, nanti jantungnya juga asal-asalan,” jelas dokter yang juga merupakan anggota Badan Pengawas Yayasan Stroke Indonesia (YSI).

Tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat meningkatkan risiko serangan jantung koroner. Karena itulah penting bagi masyarakat untuk mulai menyikapi kolesterol dengan bijak sejak dini dan merubah gaya hidup ke arah yang lebih sehat.

Kolesterol merupakan suatu kata yang sangat umum di masyarakat. Sayangnya, sedikit yang tahu bahwa kolesterol dapat mengganggu siapa saja, tak mengenal usia, gender dan status sosial. Bahkan kolesterol merupakan ‘silent killer’ yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

Selain menyebabkan penyakit jantung, kolesterol tinggi merupakan faktor pencetus terjadinya stroke-serangan otak. Menurut Yayayan Stroke Indonesia, saat ini terdapat kecenderungan meningkatnya jumlah penyandang stroke di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. Kecenderungannya menyerang generasi muda yang masih dalam usia produktif.

“Pada saat bulan puasa, orang-orang muda itu malah yang cenderung melakukanan balas dendam makan,” ungkap Dr H. Sutarto Prodjo Disastro, Sp.S., spesialis penyakit saraf serta Ketua Bidang Humas dan Penyuluhan YSI.

Dr Sutarto memberikan tips agar kolesterol tetap terkontrol saat puasa :
(1)    Hindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi seperti goreng-gorengan, kuning telur, udang, daging terutama jeroan (hati, otak, ginjal, usus, jantung dan lainnya) dan lemak hewani (minyak ikan, minyak ayam, minyak samin dan lainnya).
(2)    Kurangi makanan yang bersantan. Kalau makan kolak jangan berlebihan, terutama yang mengandung santan.
(3)    Kurangi makanan dan minuman yang manis, terutama bagi yang sudah menderita diabetes.
(4)    Lakukan olahraga ringan, setidaknya 30-45 menit setiap pagi (sesudah subuh) atau sore menjelang buka puasa. (FatchurR; bahan dari Merry Wahyuningsih – detikHealth)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: