CARA MUDAH MERAIH BERKAH

Bismillahirrohmanirrohim
Barokah atau berkah selalu diinginkan oleh setiap orang. Namun sebagian kalangan salah kaprah dalam memahami makna berkah sehingga hal-hal keliru pun dilakukan untuk meraihnya. Mari kita saksikan bagaimana sebagian orang ngalap berkah dari kotoran sapi.

Ini suatu yang tidak logis, namun nyata terjadi. Ini karena salah paham dalam memahami makna keberkahan dan cara meraihnya. Sudah sepatutnya kita bisa mendalami hal ini.

BAROKAH; bermakna tetapnya sesuatu, dan bisa berarti bertambah atau berkembangnya sesuatu. Tabriik adalah mendoakan seseorang agar mendapatkan keberkahan. Sedangkan tabarruk adalah istilah untuk meraup berkah atau “ngalap berkah”.

Makna barokah dalam Al Qur’an dan As Sunnah adalah langgengnya kebaikan, kadang berarti bertambahnya kebaikan dan bisa bermakna kedua-duanya. Sebagaimana do’a keberkahan kepada Nabi SAW yang kita baca saat tasyahud mengandung dua makna di atas.

Ibnul Qayyim ra mengatakan, “Maksud do’a “keberkahan kepada Rasul dan keluarganya karena engkau telah memberi keberkahan kepada keluarga Ibrahim, do’a keberkahan ini mengandung arti pemberian kebaikan karena apa yang telah diberi pada keluarga Ibrahim. Maksud keberkahan itu adalah langgengnya kebaikan dan berlipatnya atau bertambahnya kebaikan. Inilah hakikat barokah”.

Kadang kita salah paham. Yang kita harap-harap adalah kebaikan dari orang lain, sampai-sampai hati pun bergantung padanya. Mestinya kita tahu bahwa seluruh kebaikan dan keberkahan asalnya dari Allah.

Allah berfirman, ُ”Katakanlah “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Kau berikan kerajaan kepada orang yang Kau kehendaki dan Kau cabut kerajaan dari orang yang Kau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS. Ali Imron: 26).

Yang dimaksud ayat “di tangan Allah segala kebaikan” adalah segala kebaikan tersebut atas kuasa Nya. Tiada seorang pun yang dapat mendatangkannya kecuali atas kuasa-Nya. Karena Allahlah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Demikian penjelasan dari Ath Thobari rahimahullah.

Dalam sebuah do’a istiftah yang diajarkan oleh Rasullulah disebutkan, “Seluruh kebaikan di tangan-Mu.” (HR. Muslim no. 771).  Juga dalam ayat lainnya disebutkan bahwa nikmat (yang merupakan bagian dari kebaikan) itu berasal dari Allah.

Dan nikmat ini amat banyak, sangat mustahil untuk menghitungnya. Allah Ta’ala berfirman, ّ“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, Maka dari Allah-lah (datangnya)” (QS. An Nahl: 53).
“Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah” (QS. Ali Imron: 73).

Kita telah mengetahui bahwa setiap kebaikan dan nikmat, itu berasal dari Allah. Inilah yang disebut dengan barokah. Maka ini menunjukkan bahwa seluruh barokah, berkah atau keberkahan berasal dari Allah semata. (FatchurR; dari berbagai sumber)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: