BERKEMAMPUAN MENCARI NAFKAH

Bismillahirrohmanirrohim,
Agar penasaran anda berkurang maka tibalah saatnya, anda melanjutkan diskusi lanjutannya. Namun sebaiknya anda telah membaca wawasan ”Membangun muslim yg sejati” sebelumnya di https://cvkca.wordpress.com/2010/08/07/berpengetahuan-yang-cukup/#more-549

(1)    MAMPU MENCARI NAFKAH.Sebagaimana seseorang yang sedang dalam perjalanan, anda harus mempunyai dua bekal. Pertama, bekal persiapan untuk tujuan akhir nanti setelah sampai tujuan. Yang kedua, bekal dalam perjalanan.

Hidup di dunia juga adalah suatu perjalanan, tujuan kita adalah akhirat. Namun, persiapan bekal untuk akhirat, tidak menutup kita untuk mempersiapkan bekal dalam perjalanan hidup di dunia ini untuk diri sendiri dan keluarga.

Rasulullah pernah mengingatkan kita untuk bisa menyeimbangkan antara keduanya. “Bekerjalah untuk duniamu, seakan-akan kau akan hidup selamanya. Dan beramal buat akhiratmu, seakan-akan kau akan menemui ajal esok pagi.”

Agama kita melarang umat bersikap santai, bermalasan dan bertopang dagu. Para sahabat mencontohkan, jika terdengar adzan maka mereka segera ke masjid, jika selesai melaksanakan kewajibannya maka mereka kembali bertebaran di muka bumi untuk kembali melanjutkan usahanya sambil berdoa,”Ya Allah, kami telah memenuhi panggilan-Mu dan telah melaksanakan apa yang telah Engkau wajibkan, sekarang kami berusaha sebagaimana Engkau perintahkan, maka berilah kami rejeki karena Engkaulah sebaik-baik Pemberi Rejeki.

(2)    Nâfi’an li Ghairihi (BERMANFAAT BAGI LAINNYA). Banyak orang yang menyangka, bahwa keberhasilan adalah semata-mata kesuksesan yang diperoleh seseorang secara individu. Kita akan merasa bangga telah berhasil memperoleh gelar sarjana, magister, atau doktor.

Atau kita merasa bangga telah memperoleh keuntungan bermilyar rupiah, masuk dalam kantong sendiri. Seorang muslim yang berhasil adalah yang mampu menjadi pelita bagi sekelilingnya. Ia mampu menerangi keluarga dan masyarakatnya, dengan sikap, perilaku, ilmu, harta, dan amal nyata.

Pantulan dirinya sebagai muslim benar-benar dirasakan, sehingga dapat menebar kesejukan orang yang bersamanya. Sebaik-baik muslim adalah yang bisa memberi manfaat bagi orang lain. Relevan dengan sabda Rasulullah Saw:

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang selalu diharapkan kebaikannya dan aman dari kejahatannya, adapun seburuk-buruk kalian adalah orang yang tidak diharapkan kebaikannya dan tidak aman dari kejahatannya.” (HR. Ahmad).

Silahkan terus ikuti tausiyah berikutnya dengan judul : ”Mampu mengatur waktu” di Blog ini (FatchurR)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: