MEMBANGUN MUSLIM SEJATI

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum wr wb.
Allah Swt berfirman: Ittaqullâh, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah. Pengulangan yang teramat sering ini menunjukkan bahwa, takwa sangatlah penting artinya bagi setiap muslim. Karena hanya dengan takwa kepada Nya, kita akan dapat hidup bahagia, baik di dunia ini maupun di akhirat.

Saat ini, banyak orang mengaku sebagai muslim. Data statistik dunia terakhir menunjukan ada 1,7 milyar lebih penduduk dunia yang beragama Islam. Dari sejumlah itu, sangat sedikit yang memiliki kepribadian sebagai seorang muslim. Selebihnya, mempunyai kepribadian terpisah.

Orang ini agamanya muslim, namun, perilaku, sikap, dan tindakannya sama sekali tidak menunjukkan keislamannya. Bagaimana Islam dapat menjadi rahmah ? Jika para pemeluknya tidak memahami, menghayati dan mengamalkan Islam ?

Lihatlah kondisi masyarakat kita saat ini yang lemah, hina, rendah diri, terbelakang, ditimpa berbagai krisis dan perpecahan. Lengkap sudah segala penderitaan yang ada, berbagai simbol negatif pun tersematkan di dada-dada bangsa kita, bangsa yang tidak beradab dan tidak bermoral

Padahal dahulu kita di kenal sebagai bangsa yang sangat santun dan welas asih. Kini nyawa manusia lebih rendah harga sekarung beras. Hanya karena gara-gara dituduh mencuri uang Rp 10.000, seseorang dapat menemui kematiannya.

Kondisi semacam ini tidak mungkin terus menerus dibiarkan. Siapapun yang merasa muslim yang memiliki ghirah (semangat) keislaman, tidak akan merelakan hal ini. Agama kita bukan agama fardiyah (individual), tetapi agama pemersatu (ummatan wahidah), bahkan satu jasad.

Jika sakit salah satu anggota tubuh, maka yang lain akan merasakannya. Islam bukan hanya agama ibadah. Tetapi merupakan jalan hidup, mengatur segala urusan dunia-akhirat. Agama kita mengajak wihdah (persatuan), al-quwwah (kekuatan), al ‘izzah (harga diri), al-‘adl (keadilan), dan perjuangan.

Misi Islam yang rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam) ini bertujuan memberikan hidayah (petunjuk), yang diridhoi Allah. Fungsi Islam yang menyejukkan ini, tidak mungkin terwujud, kecuali jika diamalkan orang yang berkepribadian, berjati diri sebagai seorang muslim. Karenanya, semua itu pasti berawal dari diri, lalu keluarga, masyarakat dan lingkungan.

Hidup merupakan perjalanan dari satu titik ke titik lain, dari masa lalu, melewati masa kini, menuju masa depan. Masa lalu adalah sebuah sejarah, masa kini adalah realita dan masa yang akan datang adalah cita-cita. Sebagai seorang muslim, tentunya kita tidak akan membiarkan hidup ini sia-sia.

Hidup di dunia ini menjadi terlalu singkat jika hanya dipenuhi dengan keluhan, kegelisahan, rasa pesimis dan angan-angan. Jiwa-jiwa seperti itu, tidak mencerminkan jati diri seorang muslim sejati. Rasulullah Saw bersabda:

“Seorang muslim tidak akan pernah ditimpa apapun kecuali kebaikan. Jika ditimpa kejelekan ia bersabar, dan jika dikaruniai kenikmatan ia bersyukur.” Seorang Muslim tidak akan pernah mengeluh menghadapi kehidupan, karena ia telah memiliki kepribadian yang utuh dalam menghadapi segala macam ujian hidup.
Ikuti terus lanjutannya di ”Keyakinan yang benar” Wassalamualaikum wr wb. (FatchurR)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: