MENGETAHUI KRN DIPERHATIKAN

Suatu hari, Paimin seorang dari desa Jrebeng mengunjungi temannya. Bunyi bising kendaraan dan derap orang lalu-lalang sangat menganggu Paimin. Kedua orang itu berjalan-jalan di Jl. Sudirman Probolinggo dan mendadak Paimin berhenti, menepuk pundak temannya dan berbisik.

“Berhentilah sebentar. Apakah kau mendengar suara yang kudengar ?” Temannya Andri menoleh ke arah sobatnya sambil tersenyum, dan berkata, “Yang saya dengar hanyalah suara klakson mobil serta suara orang lalu-lalang. Apa yang kau dengar ?”

“Ada seekor jangkrik di dekat sini dan saya bisa mendengar nyanyiannya.” Andri mendengarkan dengan penuh perhatian, namun menggelengkan kepalanya dan berkata, “Saya pikir kamu hanya bergurau.

Tidak ada jangkrik di sini. Dan seandainya ada, bagaimana  orang bisa mendengar suaranya di tengah kebisingan jalan ini ? Jadi kamu pikir kamu bisa mendengarkan suara seekor jangkrik ?”

“Ya! Ada satu ekor yang bernyanyi di sekitar sini sekarang.” Kata Paimin yang berjalan ke depan beberapa langkah, lalu berdiri di samping tembok suatu rumah. Di situ ada tanaman yang tumbuh merambat.

Paimin memetik beberapa daun, dan di atas daun itulah terdapat seekor jangkrik bernyanyi keras sekali. Andri kini bisa melihat jangkrik itu, dan dia pun mulai bisa mendengar nyanyiannya. Ketika mereka kembali berjalan, Andri berkata, “Kamu secara  alami bisa mendengar lebih baik dari kami.”

Paimin tersenyum dan menggelengkan kepalanya sambil berkata, “Saya tidak setuju dengan pendapatmu. Orang desa bukan mendengar lebih baik dari orang kota. Lihatlah, saya akan memperlihatkan kepadamu”

Paimin mengambil uang logam dan menjatuhkannya di trotoar. Bunyi uang logam itu membuat banyak orang menoleh ke arahnya.  Dia memungut uang logam itu dan menyimpannya kembali di kantungnya, dan kedua bersahabat itu kembali berjalan.

“Tahukah kamu sobat, suara uang logam itu tidak  lebih keras daripada nyanyian jangkrik tadi. Meski demikian, banyak orang kota mendengarnya dan menoleh ke arahnya. Di lain pihak, saya adalah satu-satunya orang yang mendengar suara jangkrik itu kata Paimin.

Ini bukan masalah orang desa bisa mendengar lebih baik dari orang kota. Penyebabnya karena kita selalu mendengar dengan lebih baik hal-hal yang biasanya kita perhatikan.” Seringkali ketika kita bermasalah, kita memohon pertolongan kepada Allah, dan kita merasa Dia diam saja.

Sadarlah, bahwa sebabnya bukan karena Allah tidak menjawab, tapi karena kita lebih fokus pada diri sendiri dan permasalahan dari pada fokus kepada pertolonganNya. Kita memasang telinga agar Allah menjawab sesuai dengan keinginan dan cara kita dan menolak suara Allah yang mengatakan bahwa Dia menyediakan jalan lain yang lebih baik. (FatchurR-sumber dari Koleksi Heriadi Jepang)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: