SUKSES TAPI DIKUCILKAN-1

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum wr wb.
Hidup ini dikelilingi dinamika yang beraneka ragam dimensinya. Hidup manusia selalu diselimuti bermacam pengaruh, positif dan negatif.

Pengaruh positif berkaitan erat dengan “petunjuk Nya”. Pengaruh negatif berhubungan dengan “godaan”. Keduanya melekat kepada tiap orang.

Dalam sebuah hadis Nabi dikatakan, kemiskinan itu dekat dengan kekufuran. Bunyi hadis itu tampaknya logis yaitu tatkala hidup seseorang berada dalam level miskin atau serba kekurangan maka ketahanan jiwanya akan rapuh dalam menghadapi cobaan hidup.

Karena itu dibutuhkan sebuah prinsip yang kuat pada norma agama. Dengan demikian maka prinsip itu akan mampu menangkis segala bentuk godaan. Tentunya tidak sedikit juga manusia yang tetap tegar dan mampu berpegang pada prinsip kebenaran.

Mereka tidak rapuh walau diterjang badai kemiskinan. Mereka tidak gentar menghadapi cobaan hidup walau mereka dalam kondisi serba kekurangan. Mereka tetap menghiasi dunia dengan cahaya dzikir kepada Sang Pencipta.

Mereka senantiasa mengisi dunia ini dengan amalan ibadahnya kepadaNya. Bagi mereka kondisi itu hanya merupakan bagian dari liku kehidupan. Kemiskinan berubah jadi kaya ketika hati manusia tidak memasalahkannya dan bisa berubah menjadi kesuksesan hidup. Semua ini tergantung kepada kemauan dan kemampuan manusia dalam merubahnya.

Amalan agama sering dijadikan tumpuan oleh kebanyakan orang untuk mencapai kesuksesan hidupnya dan sebagai andalan untuk mendapatkan tujuan hidup sukses. Mereka percaya, kekuatan Tuhan adalah segalanya. Konsep sukses yang demikian yang akan mengantarkan hidup mereka bahagia.

Konsep sukses bahagia yang datang atas ridloNya juga membimbingnya menjadi orang yang idealis, memiliki prinsip hidup, dan rendah hati (tawadu’). Tidak heran apabila kita sering menjumpai orang sukses tetapi mereka tetap menunjukkan sikap ramah, dermawan, rendah hati, familier, bijaksana, dan menyejukkan hati.

Tipe orang sukses semacam itu mencerminkan, yang diraihnya merupakan pemberian dari Nya dan luasnya wawasan ilmu yang mereka miliki. Mereka adalah orang yang berilmu. Semakin banyak ilmu yang dimiliki seseorang maka akan semakin jauh mereka dari kesombongan. Orang yang sombong adalah orang yang sedikit ilmu.

Perjalanan hidup orang yang sukses tidak akan lepas dari berbagai cobaan dan godaan. Suatu saat Tuhan menguji kesuksesannya dengan godaan. Jika dia kuat menghindari godaan, maka mereka menjadi manusia sukses. Jika rapuh pertahanan imannya maka konsekuensinya mereka akan menjadi orang sukses yang hina.

Orang yang sukses mulia akan semakin langgeng karena keberadaannya lebih banyak memberi manfaat bagi orang lain dan keluarganya. Kesuksesannya akan mudah dinikmati dan dilanjutkan oleh anak cucunya.

Hal ini disinyalir oleh sabda Nabi yang berbunyi, “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang lebih bermanfaat bagi orang lain, sejelek-jelek manusia adalah yang keberadaannya didunia seperti tidak ada. (HR. Bukhori)”.
Ikuti terus artikel lanjutannya esok hari, biar lebih Joss dengan judul :”Sukses mulia dihadapannya-2” . Wassalamualaikum wr wb. (Erwin Eko Prayogo, Sumbertaman Probolinggo, disarikan dari karya : SUPANDI)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: