BERPARADIGMA DAN BERPIKIR ISLAMI

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum wr wb.
Kita tidak akan bisa menyatakan pada orang lain bahwa kita adalah seorang muslim apabila kita tidak berusaha menampilakn kebiasaan Islami, Lalu bagaimana menumbuhkan kebiasaan Islami ?

Kebiasaan merupakan gabungan antara pengetahuan, keinginan, dan keterampilan. Karena itu untuk menumbuhkan kebiasaan Islami terlebih dahulu kita harus memiliki pengetahuan Islam yang cukup. Dengan modal itu kita akan termotivasi dan memiliki keinginan, lalu terasahlah keterampilan kita. Sehinga kita tidak perlu malu jika kita tampak Islami.

Sedangkan paradigma adalah ibarat bingkai sebuah kacamata dan sikap adalah bagai lensa kacamata. Manusia melihat sekitarnya dengan menggunakan keduanya. Perubahan paradigma merupakan tahap awal dari perubahan perilaku.

Paradigma merupakan kekuatan yang sangat besar yang dapat mengubah perilaku seseorang. Marilah kita bayangkan masa lalu kita. Keberhasilan atau kegagalan adalah buah paradigma yang kita bentuk. Karena paradigma yang benar akan melahirkan energi yang besar untuk melakukan suatu perbuatan.

Maka logislah jika kita berparadigma yang Islami, membiasakan hidup Islami, karena kita adalah seorang muslim, yang wajib menunjukan identitas Islami yang juga bermanfaat bagi masyarakat dalam menegakkan ketentuan Nya. Wassalamualaikum wr wb. (Aguk)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: