ZAKAT DAN MANFAATNYA

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum wr wb.
Kini tiap tahun, pemerintah memberi penghargaan ”Zakat Award” kepada pengelola terbaik. Banyak pemanfaatan zakat didistribusikan untuk membangun sektor kesehatan, ekonomi, dan pendidikan, walau tidak sedikit yang masih memerlukan inovasi dan perbaikan manajemennya.

Diantaranya, Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Bogor yang memanfaatkannya untuk dua klinik permanen dan sebuah klinik berjalan dengan gratis. Disamping itu juga menyentuh sektor ekonomi dan pendidikan.

Di bidang pemberdayaan ekonomi mikro, ada program Dana Berputar untuk Ekonomi Umat (Dana Tarekat). Ini merupakan pinjaman produktif tanpa bunga untuk pengusaha mikro. Tahun 2009, Dana Tarekat dimanfaatkan 569 pengusaha.

Pada suatu lokasi klinik berjalan, puluhan orang sakit duduk berjajar di kursi plastik yang berada di sebuah ruang tunggu yang dibangun dengan tenda besar di suatu Kelurahan Kabupaten Bogor. Pasien dipanggil ke dalam sebuah mobil van warna putih untuk diperiksa kesehatannya, diberi obat dan diperbolehkan pulang tanpa membayar. Inilah suasana klinik Klinik Dhuafa Ibnu Sina (KDIS) Keliling.

Pelayanannya mulai pukul 09.00 hingga selesai. Warga yang dilayani kali tidak seimbang dengan dua dokter yang bertugas. Hingga ditutup sore hari, panitia hanya melayani 120 pasien yang telah mengantongi kupon yang dibagikan sebelumnya.

Dua klinik permanen yang ada, bertempat di Masjid Agung Bogor dan Masjid Raya Bogor. Setiap klinik melayani 70-150 pasien. Di dua klinik dan satu mobil keliling, tahun 2009 tercatat 18.254 pasien telah dilayani.

Bila ditemukan penyakit serius yang tidak bisa ditangani poliklinik, seperti tahu 2009, terdapat 220 pasien kronis yang dirujuk ke RS, dengan total biaya yang ditanggung Rp 522 juta lebih. Biaya Operasional Klinik Ibnu Sina dibiayai zakat yang dihimpun dari masyarakat Bogor dan sekitarnya.

Tenaga kesehatan dan dokter didukung volunter sehingga biayanya murah. Untuk pemeriksaan dan obat-obatan, satu pasien cukup dengan anggaran Rp 5.000 yang sepenuhnya ditanggung BAZ Kota Bogor.

Saat ini BAZ Kota Bogor sedang membangun balai pengobatan yang lebih besar. Namaya, Poliklinik Ibnu Sina, yang terletak di kompleks Masjid Nurul Maai, PDAM Tirta Pakuan, Jalan Pajajaran, Bogor. Poliklinik ini akan menyediakan pelayanan lebih lengkap dari dua klinik pendahulunya.

Selain melayani pemeriksaan kesehatan umum, tempat yang rencananya diresmikan bulan Mei 2010 itu menyediakan poli spesialis mata, telinga-hidung-tenggorokan, kebidanan, dan gigi.

BAZ Kota Bogor berhasil menghimpun zakat masyarakat dan mengelolanya dengan manajemen modern. Pada 2009, jumlah dana yang dikelola lembaga ini lebih dari Rp 2,56 milyar. Dari total dana ini, Rp 2,1 milyar merupakan dana zakat. Sisanya, sedekah dan sumbangan lain.

BAZ Kota Bogor tidak hanya pintar membelanjakan zakat, melainkan juga memiliki sistem akuntansi dan pelaporan yang akuntabel. Tiap bulan, lembaga ini menerbitkan buletin Riz-Q yang dibagikan kepada pembayar zakat (muzakki) dan masyarakat.

Isinya seputar kegiatan sosial yang dilakukan dan data keuangan dasar yang penting, seperti besaran zakat yang masuk dan rincian biaya pemanfaatannya. Seharusnya pola ini dapat menginspirasi BAZ di Kecamatan Margahayu atau setidaknya di Kabupaten Bandung. Kapan Ya ?

Manajemen BAZ lainnya akan disajikan pada tampilan berikutnya, Insya Allah. Wassalamualaikum wr wb. (FatchurR disarikan dari : Gatra 24; 22/04/10; H64)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: