AKU BELUM SIAP DIJEMPUT

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum wr wb.
Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. kita seolah lupa
dengan sesuatu yang kita tak pernah tau kapan kedatangannya. sesuatu yang
bagi sebagian orang sangat menakutkan.

Tahukah kita kapan kematian akan menjemput kita. Berikut suatu kisah kiriman seseorang, yang mungkin saja terjadi pada diri anda. Seperti biasa setiba dirumah dari pulang kantor, saya langsung duduk bersantai sambil melepas penat. Saya enggan membersihkan diri dan langsung sholat sementara anak-istri berkumpul diruang tengah.

Dalam kelelahan itu, saya disegarkan oleh angin dingin sepoi-sepoi yang  menghembus tepat di muka saya. Beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya berjubah putih dengan tongkat ditangannya mendadak berdiri di depanku.

Saya kaget dengan kedatangannya yang tiba-tiba. Sebelum sempat bertanya siapa dia, saya merasa dada saya sesak dan sulit bernafas. Namun saya berusaha untuk tetap menghirup
udara sebisanya.

Yang saya rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan pelan-pelan dari
dadaku, terus berjalan kekerongkonganku. Sakit dan sakit rasanya sehingga keluar air mataku menahan rasa sakitnya. Oh tuhan ada apa dengan diriku.

Dalam kondisi   yang masih sulit bernafas tadi, benda tadi terus memaksa untuk keluar dari  tubuhku. Kerongkonganku berbunyi, seolah tak  mampu  menahan benda tadi. Badanku gemetar, peluh keringat mengucur  deras. Mataku  terbelalak, air mataku seolah tak
berhenti. Tangan dan kakiku kejang sedetik  setelah benda itu meninggalkan aku.

Aku melihat benda tadi dibawa orang misterius itu pergi berlalu begitu saja, hilang dari pandangan. Namun setelah itu aku merasa jauh lebih ringan, sehat, segar, cerah. Tidak seperti biasanya.

Aku heran, istri dan anak-anakku yang sedari tadi ada di ruang tengah, tiba-tiba terkejut berhamburan kearahku. Disitu aku melihat ada seseorang yang terbujur kaku ada tepat di bawah sofa yang kududuki tadi. Badannya dingin kulitnya membiru. Siapakah dia ?.

Mengapa anak-anak dan istriku memeluknya sambil menangis. Mereka menjerit histeris. Terlebih istriku seolah tak mau melepaskan orang yang terbujur tadi. Siapa dia ?. Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan, dia, dia, mirip denganku. Ada apa ini Tuhan ?

Aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu. Kucoba merangkul anak-anakku tapi tak bisa. Aku coba jelaskan kalau itu bukan aku. Aku coba jelaskan kalau aku ada disini. Aku mulai berteriak, tapi mereka seolah tak mendengarkanku seolah mereka tak melihatku.

Mereka terus menangisiku. Sadarlah aku, orang misterius tadi telah membawa roh ku. Aku telah mati, aku telah mati. Aku telah meninggalkan mereka. Tak kuasa aku menangis, berteriak. Aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku.

Aku sangat sedih, selama hidupku belum banyak yang kulakukan untuk membahagiakan mereka. Belum banyak yang bisa kulakukan untuk membimbing mereka. Tapi waktuku telah habis. Masaku telah terlewati, aku sudah tutup usia.

Pada saat aku terduduk di sofa setelah lelah seharian bekerja. Sungguh bila aku tau aku akan mati, aku akan membagi waktu kapan harus bekerja, beribadah, untuk keluarga dan sebagainya. Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam keadaan belum siap.

Ya Allah, jika kau ijinkan keadaanku masih hidup masih bisa membaca Web Blog ini, sungguh aku amat sangat bahagia. Karena aku masih mempunyai waktu untuk bersimpuh, mengakui segala dosa dan berjanji bila maut menjemputku kelak, aku telah berada pada keadaan yang
siap. Wassalamualaikum wr wb. FatchurR

Tag:

Satu Tanggapan to “AKU BELUM SIAP DIJEMPUT”

  1. kingjulien Says:

    Brr… ngeri sekali. Ya Allah, aku juga belum siap dijemput…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: