KENAPA BINGUNG DENGAN DM-7 (serial)

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum wr wb.
Bagi penderita DM (diabetasi), termasuk saya tidak mudah mengerem angka gula darah penderita DM yang terus melaju, apalagi kasus penyakit bawaan. Namun yang penting bagaimana mengupayakan agar diabetasi bisa hidup seperti orang sehat: tetap produktif & tidak menderita.

Caranya, dengan selalu menjaga agar terhindar dari komplikasi yang mungkin terjadi, dengan mengikuti dan mempertahankan gaya hidup sehat. Berdasarkan statistik di pada RSU di kota-kota besar di Jawa, angka komplikasi menahun (kronis) : Penurunan kemampuan seks (50,9%).
Berikutnya, neuropati simtomatik / komplikasi saraf (30,6%), retinopati diabetik (penyempitan/ kerusakan pembuluh darah mata (29,3%), katarak (16,3%), TBC paru-paru (15,3%), hipertensi (12,8%), jantung koroner, PJK, (10%), gangren diabetik-ujung jari menghitam dan menjadi borok (3,5%).

Dua macam komplikasi akut yang sering terjadi, adalah : Reaksi hipoglikemik dan koma diabetik. Reaksi serentak tubuh yang kekurangan gula ini adalah rasa lapar, gemetar, keringat dingin, dan pusing.

Dalam keadaan seperti ini, penderita harus cepat diberi makanan berupa roti atau pisang. Jika belum tertolong, berikan minuman teh manis satu atau dua gelas. Sedangkan reaksi hipoglikemik mendadak dengan tanda-tanda pingsan, biasanya akibat minum obat antidiabetes yang dosisnya terlalu tinggi, terlambat makan, atau latihan fisik yang berlebihan. Kalau demikian, si penderita harus segera dibawa ke RS untuk mendapatkan suntikan serta infus glukosa.

Bila sampai terjadi hiperglikemik akibat kadar glukosa terlalu tinggi. Gejalanya antara lain nafsu makan menurun drastis, haus luar biasa, dan kencing banyak. Selanjutnya mual, muntah, napas cepat dan dalam. Ada yang dibarengi panas badan. Jika mendapati pasien demikian, mesti langsung dimintakan pertolongan darurat di RS.

Namun keadaan kadar gula darah terlalu rendah (koma hipoglikemia), jauh lebih berbahaya daripada jika kadar gula darah teralu tinggi (koma hiperglikemia). Sebab, pada keadaan hipoglikemia jaringan otak mudah rusak dan kerusakan jaringan saraf bersifat irreversible, tak terpulihkan.

Karena itu gak usah bingung, upayakan tetap konsisten dengan asupan makanan yang terseleksi, olah raga rutin minimal 30 menit sehari dan selalu minum obat sesuai hasil konsultasi dokter, agar koridor gula darah terkendali antara 80-160. Wassalamualaikum wr wb. (FatchurR-dari berbagai sumber)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: