BERAGAM KOMPLIKASI DIABETES-(5)

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum wr wb.
Cangkok insulin dari sel hewan membawa harapan baru bagi pengobatan DM. Namun, janganlah membayangkan sampai kesana, aturlah agar kadar gula tidak tarlalu tinggi atau rendah sehingga bisa terhindar dan berbagai komplikasi yang acap lebih berat dari pada penyakitnya sendiri.

Pengobatan DM dengan pencangkokan insulin dari sel hewan pertama kali dilakukan Prof. Bob Elliot dari Fakultas Kedokteran Univer-sitas Auckland. Sel ini ditandai dengan titik-titik di sekitar kelenjar pencerna utamanya yakni pankreas. Dengan bahan seperti gel untuk mencegah kerusakan, sel ini disuntikkan ke dalam rongga perut manusia yang hanya berlangsung 5 menit.

Pengobatan ini diharapkan akan membantu jutaan penderita DM berat yang selalu membutuhkan insulin. Sel-sel ini akan memproduksi sekitar 1/4 insulin dari yang dibutuhkan pasien, paling tidak 7 bulan setelah menerima pencangkokan sel.

Untuk menanggulangi kekurangan insulin, cara yang masih dilakukan yakni dengan menambah insulin dari luar. Padahal berbagai insulin sintetis yang selama ini digunakan dinilai para ahli di lnggris tidak selalu menjamin keamanan.

Tahun 1994 di negeri itu ditemukan anak berusia 8 tahun wafat dalam tidurnya karena mengalami penurunan kadar gula (hipoglikemik) secara drastis sehabis diterapi insulin sintetis keluaran baru. Rupanya, insulin buatan ini terlalu cepat menguras habis gula dalam darah sehingga penderita mengalami koma akibat kehabisan zat gula.

Sejak ditemukan insulin (obat yang dibuat dari hormon insulin alami), 1921 oleh Frederick Banting dan kawan-kawannya dari Kanada, angka kematian, keguguran pada ibu penderita DM, dan komplikasi akibat DM, menurun. Menyusul 1954 Franke dan Fuchs menemukan tablet OHO (obat hipoglikemik oral) untuk menanggulangi diabetes.

Menurut laporan terakhir WHO, di dunia kini terdapat sekitar 120 juta penderita DM dan diperkirakan akan naik menjadi 250 juta pada tahun 2025. Kenaikan ini antara lain karena usia harapan hidup semakin meningkat, diet kurang sehat, kegemukan, dan gaya hidup modern.

Sepintas, penyakit ini tidak terlalu mencolok gejala maupun penderitaannya. Tetapi kalau tidak hati-hati (sehingga kadar gula jadi terlalu tinggi, hiperglikemia; atau terlalu rendah, hipoglikemia) akan menimbulkan komplikasi yang berat. Wassalamualaikum wr wb. (Aguk disarikan dari : Berbagai sumber)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: