KENAPA HARUS MENCEGAH DM-(4)

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum wr wb.
Ketika aku pertama kalinya divonis berpenyakit DM pada Agustus 1999, yang terpikir olehku adalah bukan gula darahnya yang bisa jadi tinggi, melainkan komplikasi (ajakan penyakit lain untuk bersama penyakit tersebut). Karena itu yang terbayang olehku bahwa hidupku akan segera suram.

Demikianlah bahwa para ahli saat ini bersepakat DM tak hanya masalah gula, tetapi juga berkaitan dengan rentetan komplikasi atau komorbiditas (penyakit yang menyertai) yang dapat berakibat kematian atau kecacatan.

Diabetisi (pasien DM) memiliki risiko penyakit kardiovaskular lebih tinggi, 2X lipat risiko meninggal akibat serangan jantung, 17X lebih mudah mengidap gangguan ginjal kronis, dan 25X lebih mudah mengalami kebutaan. Jadi bukan DMnya, tetapi pembuluh darahnya.

Gangguan pembuluh darah ini menjadi biang kerok semua komplikasi kronis pada DM. Bahkan, 80% kematian pada DM disumbang oleh aterosklerosis, suatu bentuk gangguan pembuluh darah. Komplikasi ini sebagai suatu angiopati yang dibagi : komplikasi mikroangiopati & makroangiopati.

Sesuai namanya, mikro angiopati mengenai pembuluh darah yang kecil seperti kapiler dan arteriol. Pembuluh darah halus seperti mata ataupun ginjal merupakan salah satu yang sering terkena. Sedangkan makroangiopati adalah penebalan dan hilangnya elastisitas dinding arteri, misalnya terjadinya atherosklerosis pada jantung.

Gangguan pembuluh darah sebagian disumbang tingginya kadar gula darah. Faktor lain yang memperburuk : Gangguan kolesterol, merokok atau penyakit yang menyertai. Teori terbaru menyebutkan komplikasi tidak selalu mengikuti perjalanan penyakit DM.

Terbukti, 50% DM yang baru terdiagnosis ternyata telah menunjukkan tanda-tanda penyakit kardiovaskular. Malahan diagnosis DM merupakan puncak dari sebuah gunung. Sebab, gangguan metabolisme sebenarnya sudah terjadi beberapa tahun sebelum DM terdiagnosis.

Kadar DM yang meningkat dalam darah merupakan suatu petunjuk bahwa tubuh sudah tak mampu lagi mengkompensasi gangguan yang telah terjadi. Bila kadarnya makin tinggi, maka komplikasi sudah pasti terus berjalan.

Kabar baiknya, meski Anda sudah terlanjur didiagnosis DM, sebenarnya belum terlambat untuk memperbaikinya. Banyak penelitian menunjukkan komplikasi yang sudah ada dapat membaik dengan cara mengontrol kadar gula darah. Wassalamualaikum wr wb.
(Aguk; Disarikan dari berbagai sumber dan pengamatan)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: