YANG DIBENCI IBLIS (1)

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk ? Sebab kalian akan membutuhkanku.” 

Rasulullah : “Tahukah kalian siapa yang memanggil ?” 
Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.” 

Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.” Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”. 

Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat ? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.” 

Ibnu Abbas RA berkata : Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata : “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin.” 
Rasulullah SAW : “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu ?” 
Iblis : “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.” 
 
“Siapa yang memaksamu?” 
Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata : “Allah SWT memerintahkanmu mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Nya, andai kau berdusta 1X saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.” 
“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku dari pada cacian musuh.” 
 
Orang Yang Dibenci Iblis 
 
Rasulullah : “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci ?” 
Iblis : “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.” 
“Siapa selanjutnya?” 
“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.” 
 
“lalu siapa lagi ?” 
 “Orang Aliim dan wara’ (Loyal)” 
 “Lalu siapa lagi ?” 
 “Orang yang selalu bersuci.” 
 

“Siapa lagi ?” 
 “Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain.” 
 “Apa tanda kesabarannya ?” 
 “Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.” 
 
” Selanjutnya apa?” 
“Orang kaya yang bersyukur.” 
“Apa tanda kesyukurannya?” 
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.” 
 
“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu ?” 
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.” 
 “Umar bin Khattab?” 
 “Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.” 
 
“Usman bin Affan?” 
 “Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.” 
 “Ali bin Abi Thalib?” 
“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT).
 (Nursyifa)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: