PAKAIAN INDAH

Ayahku seorang tukang kayu. Setiap hari ia selalu berpakaian lusuh dan seadanya. Ia selalu menjadi bahan pembicaraan dan ejekan dalam tiap pertemuan keluarga besar kami. Setelah pesta berakhir, biasanya aku dan ibu selalu mengomel serta memberi masukan kepada ayah untuk segera membeli beberapa pakaian yang rapi dan bersih.

Dan seperti biasanya itu tidak pernah ditanggapi ayah. Ketika ibu meninggal dunia, ayah membeli sepasang pakaian indah dan dikenakan untuk pertama kalinya pada upacara pemakaman ibu. Setahun telah berlalu.

Dan, suatu ketika aku mengunjungi sebuah toko busana. Toko busana itu menjual pakaian seperti pakaian yang dikenakan oleh ayah pada waktu pemakaman ibu. Setelah memilih pakaian, aku terlibat dalam pembicaraan dengan seorang pelayan toko yang sudah cukup tua.

“Nak, aku mengenal ayahmu. Ia sering datang ke sini untuk melihat dan mengagumi pakaian indah yang kami jual, tetapi ia tidak pernah membeli satu pun. Ia selalu mengatakan bahwa kau dan ibumu membutuhkan banyak hal, lebih dari kebutuhannya berpakaian indah,” ujar pelayan tua tersebut.

Saat mendengar hal tersebut, air mataku berlinang. Tetapi, pelayan tua tersebut melanjutkan perkataannya, “Ayahmu mengatakan bahwa di dalam dirinya, ia selalu merasa berpakaian indah. Dan, aku percaya akan hal tersebut.

Ia juga suka tersenyum. Hal itu menunjukkan bahwa ia sungguh mengenakan pakaian yang sangat indah di sekeliling hatinya.” Aku pulang dengan mata sembab. Setelah sampai di rumah aku memeluk ayah dan menangis di pangkuannya.

(FatchurR; disarikan dari Nina F ”50 Renungan populer-Chandra Suwondo”)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: