MEMANDANG DARI SUDUT YANG BENAR

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum wr wb.
Marilah kita ikuti kejadian yang sama namun tersaji dengan empat skenario. Mudah-mudahan bermanfaat.

Skenario 1.
Andaikan kita sedang didalam kereta api (KA) ekonomi. Karena tak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut. Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangkan kaki.

Tidak disadari HP kita jatuh. Ada yang melihat, memungut dan langsung mengembalikannya. Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut ? Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.

Skenario 2.
Keadaan yang hampir sama, HP kita terjatuh dan ada orang yang melihat dan memungutnya. Orang itu tahu HP itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita. Hingga tiba saatnya akan turun dari kereta, kita baru menyadari HP kita hilang.

Sesaat sebelum kita turun dari KA, orang itu mengembalikan HP kita sambil berkata : “Pak, HP anda baru jatuh.” Mungkin kita akan berterima kasih yang lebih besar dari pada rasa terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita). Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.

Skenario 3.
Pada skenario ini, tidak sadar HP kita terjatuh, hingga menyadari HP kita tidak ada di
kantong kita saat sudah turun dari KA. Kita pun panik dan segera menelepon ke HP itu, dan berharap ada orang baik yang menemukan HP itu dan bersedia mengembalikannya kepada kita.

Orang yang sejak tadi menemukan HP (namun tidak memberikan kepada kita) menjawab dan berkata : “Ini HP bapak?. Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar bapak ambil di sana nanti.”
Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun berikut dan menemui “orang baik” tersebut. Orang itu pun memberikan HP milik kita.

Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan seperti nya akan lebih besar dari pada rasa terima kasih kita pada skenario kedua bukan ? Bukan tidak mungkin kali ini kita akan
memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan HP kita itu.

Skenario 4.
Kita tidak sadar HP kita terjatuh, kita turun dari kereta dan menyadari bahwa HP kita telah hilang, kita mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat. Sampai akhirnya kita tiba di rumah. Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS :

“Bapak/Ibu yang budiman. Saya adalah pemilik HP yang ada pada bapak/Ibu sekarang. Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak/Ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya. Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. ” SMS pun dikirim dan tidak ada balasan. Kita sudah putus asa.

Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam HP kita. Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya. Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan HP kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.
Bagaimana kira-kira perasaan kita ?

Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu. Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan HP kita.
Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut ?

Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin
kita berikan di skenario ketiga).

Nah, sekarang pesan moral apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas. Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan HP, dan ada orang yang menemukannya. Ada sebuah hal yang aneh di sini.

Di antara keempat orang di atas, tentunya yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, adalah orang yang paling baik. Dia adalah orang pada skenario pertama. Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan penghargaan paling sedikit di antara empat orang di atas.

Sedangkan pada skenario keempat dialah orang yang paling tidak baik, karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan HP kita tersebut selama itu. Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan penghargaan paling besar.

Yang riel terjadi di sini, kita memberikan reward kepada empat orang secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, kita berikan lebih sedikit. Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap skenario.

Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri ? Apakah itu berupa rumah, keluarga, HP, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain. Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman kita. Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa.

Kita baru dapatĀ  mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang. Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur ? Sebaiknya tidak. Karena itu syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih ada.

Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita. Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh. Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh. Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan. Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar. Wassalamualaikum wr wb. (FatchurR disarikan dari @AW)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: