KORUPSI, BENARKAH MASIH ADA ?

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum wr wb.
Sejak pemberantasan Korupsi ditingkatkan dengan dibentuknya KPK tahun 2004, rasanya korupsi terus terungkap dan membesar. Disamping itu yang besar, yang kecil-kecilpun tumbuh subur. Konon korupsi ini dilakukan karena ketidak-tahuan.

Marilah sejenak kita perhatikan, banyak tema dalam rangka ”Peringatan Hari Anti-Korupsi Sedunia, 9/12/09” : Indonesia sehat lawan korupsi; atau Koruptor lebih kejam dari penjajah. Ada pula tulisan ”Mendukung cita-cita mulia ini dengan pasukan doa”.

Slogan lainnya ”Indonesia harus bersi”. ”Satu suara dari tiap-tiap orang untuk perubahan”. ”Perjuangan bangsa Indonesia sekarang bukan lagi merdeka atau mati, tetapi : Indonesia harus berubah atau punah”. Walau dengan tema saja korupsi tidak akan pernah surut.

Sungguh memprihatinkan, tempat-tempat peribadatan umumnya penuh dengan umatnya masing-masing, tetapi korupsi jalan terus. Ini karena agama yang mengajarkan moralitas yang baik, dan mengharam-kan praktek korupsi, mencuri dan sejenisnya, kurang dipahami.

Bentuk korupsi yang paling umum adalah “nilep dana”. Misalnya dengan cara : Mark-up dana (menaikkan harga) atau membesarkan jumlah barang yang dibeli atau pembelian fiktif. Hal tersebut sudah biasa dilakukan termasuk pada organisasi yang paling kecil sekalipun.

Walau saya tidak pernah melihat korupsi terjadi juga di Masjid, namun tidak ada salahnya kita mewaspadai sehingga hal tersebut benar-benar tidak terjadi di rumah Allah itu. Karena korupsi bisa disamakan dengan mencuri, karena mereka telah mengambil sesuatu yang bukan haknya.
Beberapa ukuran yang bisa saja dijadikan ukuran pencegahan terjadinya korupsi diantaranya :

• Setiap pembelian (pengeluaran), disesuaikan dengan program yang telah disahkan
• Pengeluaran perlu disertai nota / kuitansi dan dibalik nota / kuitansi ikut ditanda tangani oleh personil panitia yang bertalian dan disahkan oleh Ketua atau panitia yang ditunjuk
Langkah tambahan jika diangap perlu adalah :
• Perencanaan pengeluaran dan pemasukannya dibuat cermat dan perubahan realisasi, diperlukan ada alasan yang mendukung perubahan tersebut
• Dalam perencanaan tersebut ada baiknya dikelompokkan dalam nomor kode Akun, sehingga pada akhir pertanggung jawaban, akan mudah dievaluasi total masing-masing kelompok
• Proses pertanggung jawabannya sesegera mungkin, apalagi kalau bisa memprioritaskan laporan keuangan, sehingga kegiatan selesai, tuntas pula masalah laporannya.
• Sangat ideal jika pengeluaran yang dilakukan, dengan asas efisien dan efektif. Sehingga jika tidak diperlukan, tidak harus dibeli, walau dalam perencanaan telah disetujui.
• Apalagi kalau rupiah yang tersedia bernilai produktif.

Masyarakat merasa sudah terlalu banyak yang harus dikeluarkan uang, diantaranya : Pajak, kewajiban yang diperintahkan agama dan sumbangan-sumbangan yang diminta. Sehingga mereka berharap agar semua pengeluaran yang diserahkan bernilai manfaat dan produktif. Wassalamualaikum wr wb.
FatchurR

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: