MEMPERBAIKI DIRI SENDIRI TERLEBIH DULU

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum wr wb.
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QSArRo’du : 11).

Sangat besar kecintaan Rosulullah kepada kita, Umatnya. Betapa beliau masih mengkhawatirkan kita pada saat-saat sakarotul maut, saat-saat yang sangat sulit bagi seseorang yang sedang dalam kondisi tersebut untuk memikirkan diri sendiri atau keluarga, apalagi orang lain.

Jika beliau melihat kondisi Umat Islam yang jauh dari harapannya yaitu kebanyakan dari mereka miskin dan tidak memahami agamanya dengan baik. Tentu beliau akan bertanya, “Siapa diantara kalian yang masih peduli dan berusaha memperbaiki kondisi Umat ?“

Tentu sangat berat memperbaikinya. Ingatlah, ada proses aktif yang dilakukan tiap hari untuk -mengubah dirinya masing-masing, bukan proses pasif menunggu sampai diubah oleh orang lain, ataupun menunggu ada orang lain yang berubah.

Umumya salah satu kelemahan Umat Islam, adalah tidak percaya diri. Padahal Rosulullah menjanjikan bahwa kita tidak akan tersesat selamanya jika berpegang pada Al Quran dan as Sunnah, dan ingatlah bahwa Islam itu untuk seluruh Umat manusia dan seluruh zaman.

Allah berfirman dalam QS Ali lmron : 110: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh agar ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.”

Untuk membangun kembali Islam, memperbaiki kondisi umat, maka pembentukan diri dengan Al Qur’an dan as Sunnah merupakan syarat utamanya, dan proses tersebut memerlukan guru, bukan hanya buku.

Proses pembentukan itu panjang dan tidak akan berakhir. Karena kejahatan di dunia ini juga tidak akan pernah berakhir sebelum dunia ini berakhir. Sehingga hal itu mutlak memerlukan kesabaran untuk menjalaninya.

Marilah mengingat masa lalu saat kita ingin memulai suatu kebiasaan baik , misalnya tidak kesiangan sholat Shubuh. Awal berat kan ?. Lalu kebaikan itu kita lakukan secara kontinyu, dengan berbagai cara : menyalakan weker, minta dibangunin dan sebagainya.

Kita harus gigih berusaha tidak kesiangan sholat Shubuh. Karena fitrah dan jiwa manusia membutuhkan proses untuk menerima kebaikan. Dan pada setiap usaha kebaikan yang sungguh-sungguh dan istiqomah pasti membuahkan hasil yang baik, yang bisa dirasakan di dunia dan akhirat.

Mengubah keadaan Umat tidaklah diawali dengan mengubah hukum atau sistem yang berlaku di dalamnya, tetapi mengubah diri sendiri. ”Perbaiki dirimu dan ajaklah orang lain, bukan dibalik meminta orang lain mengubah diri baru kalian melakukannya.. Wassalamualaikum wr wb.

FatchurR-disarikan dari Panduan Dakwah; KS TPB-ITB dg KMI Gamais-ITB; 2001

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: