MENGHARGAI WAKTU

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum wr wb.
Marilah kita renungkan sejenak dengan menoleh kebelakang, membayangkan ketika kita duduk di bangku sekolah. Berlanjut melihat kondisi anda saat ini. Pastilah anda semua berangkat makin dan menuju tua. Padahal serasa baru saja terjadi

Penyebabnya adalah berjalannya waktu. Waktu tak mungkin kita : Pegang atau kita lihat keberadaannya, tak bisa disentuh, atau diraba, namun akibatnyalah yang kita rasakan. Waktu adalah milik Nya, karena itu berlaku hukum yang mutlak dan tidak bisa ditawar, beda jika dimiliki manusia.

Waktu tak pernah berhenti atau mundur, tetapi selalu maju dari satuan yang terkecil : detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun terus bertambah kedepan. Ketika sekolah, kita masih kanak-kanak, kini makin tua dan menuju manula, semua itu karena waktu.

Tuhan memberikan waktu kepada kita supaya dapat kita gunakan dengan baik dan harus kita kelola dengan benar dan bijak, karena waktu yang tersedia hanya sebatas itu.

Karena itu waktu merupakan modal yang tak dapat dikembalikan. Sekali kita investasikan waktu dengan salah maka kita harus menanggung resikonya karena waktu tidak akan pernah kembali untuk mengulang kejadian yang dianggap salah. Jadi berperilakulah yang benar.

Dalam perjalanan waktu kedepan, semua akan kembali menghadapNya. Karena itu pertanyaan yang relevan buat kita, ”Apa yang telah kita perbuat selama ini ?”. Selain untuk Allah tentunya untuk masyarakat Sukamenak Indah, dan terbuka kesempatan berguna bagi masyarakat pada umumnya.

Benarkah kita telah menyia-nyiakan waktu dengan tidak benar misalnya bermalasan, berperilaku yang melanggar norma, lebih banyak berdebat dari pada segera bersepakat untuk hal-hal yang bermanfaat.
Mau contoh ?. Berdasarkan pengalaman saya puluhan tahun berorganisasi, diperkirakan hanya duapuluh prosen yang terselenggara tepat waktu. Selebihnya mereka menyiapkan alasan sebagai pembenaran.

Contoh lainnya. Ketika kita mau berombongan berangkat rekreasi, dipastikan jadwalnya mundur 30-60 menit. Padahal logikanya lebih berharga jika waktu keterlambatan tersebut dipakai menikmati ditempat tujuan wisata, dari pada untuk menungu seorang dua orang.

Masjid Al Muaawanah akan menyelenggarakan Kultum kemasyarakatan, yaitu 7 menit waktu untuk ceramah (kuliah) dan 8 menit untuk tanya jawab. Mudah-mudahan waktu penyelenggaraannya benar-benar efektif
Allah telah memberikan dan menyediakan waktu untuk anda.

Semuanya kembali kepada anda dalam mengelolanya. Keputusan sepenuhnya ada pada anda, baik, buruk, sia-sia atau efektif bermanfaat. Jadi ?, mulailah memanfaatkan waktu dari sekarang dengan sebaik-baiknya. Wassalamualaikum wr wb. (Dikembangkan dari Time management-TriExs; FatchurR)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: