BERAPA NILAI DIRIMU ?

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum wr wb. Sebagai makhluk paling mulia yang diciptakan oleh Allah, kita adalah makhluk yang paling kuat. Pernahkah kita berpikir berapa nilai dari diri kita dan apakah harga diri kita hanya sebatas dunia, jabatan yang ingin kita kuasai, emas dan perak yang ingin kita miliki ?

Rasulullah bersabda, (diriwayatkan At-Tirmidzi) : “Dunia ini dan semua yang ada di dalamnya terkutuk, kecuali : Zikir kepada Nya, hal-hal yang bertalian dengan zikir, seorang ‘alim dan pelajar.”

Dunia dengan emas dan peraknya, kekuasan dan jabatan yang selalu ingin kita kejar, kemewahan dengan rumah megahnya, sama sekali tidak berhak mengalirkan setetes pun air mata kita. Terkadang kita melupakan bahwa dunia ini hanyalah titipan buat kita. Harta dan keluarga tak lain adalah barang titipan, dan suatu saat akan dikembalikan.

Tapi sekali lagi, kadangkala kita melupakannya. Setiap bergantinya hari yang kita pikirkan hanyalah bagaimana agar bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, bukan apa yang kita perlukan. Marilah pikirkan, banyak saudara di luar sana yang membutuhkan bantuan hanya untuk sekedar makan hari ini.

Pernahkah terbersit sedikit dipikiran kita bahwa mereka sebenarnya meminta bantuan kita. Hanya kita selalu membutakan mata dan menulikan telinga kita untuk mereka. Ketahuilah bahwa setiap jiwa mukmin itu lebih berharga dari dunia dan isi.

Marilah kita merenung, bahwa semua kekayaan dan kedudukan yang kita miliki tidak bisa menangguhkan dan menghambat maut diri kita, dapat menolong kita dari siksa dan azabnya Allah. Demi hidupmu, kekayaan takkan memberi manfaat kepada seorang pun ketika dada sudah tersengal dan sesak (Hatim Ath-Thai).

Karena itu muncul pertanyaan seberapa besar nilai kita sebagai manusia mulia dan manusia yang terpilih ? Hasan Al-Bashri mengatakan, ”Jangan tentukan harga dirimu kecuali dengan surga. Jiwa orang yang beriman itu mahal, tapi sebagian dari mereka justru menjualnya dengan harga yang murah.”

Hanya sebagian kecil dari kita yang menyadari kalau jiwa kita sebagai makhluk beriman sangat mahal, atau mungkin kita selalu berpikir kalau harta dan dunia ini lebih berharga dan lebih mahal dari sebuah jiwa yang beriman. Yang sering kita tangisi adalah saat kita kehilangan uang, kehilangan pekerjaan dan sebagainya.

Kita tidak pernah merasa menyesal dan menangis ketika hati kita mulai terasa mati dan jauh dari Allah, tidak pernah ada air mata ketika kita mengingat semua dosa-dosa yang telah kita perbuat.

Jika seperti ini, apa lagi yang bisa kita harapkan untuk membantu kita di hari akhir nanti ?, dan jika ketaatan kepada Rabb sudah tidak ada lagi, maka dapatkah terwujud untuk mendapatkan cinta-Nya dan bertemu dengan-Nya dalam keadaan terbaik ? Wassalamualaikum wr wb. (Aguk disarikan dari : Eramuslim- Amda Usnaka; 16/08/2004 09:27 WIB)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: