PERLU DICOBA LHO, MEMBUAT SABUN

-Serial opini tentang peluang usaha-

Berpikir aneh, baru, positif dan menguntungkan dengan menciptakan atau membuat sesuatu jika berhasil akan menyenangkan. Apalagi jika hasil inovasi tersebut bisa mengurangi pengeluaran atau menghasilkan penopang ekonomi dapur. Jadi bisakah DKM memfasilitasinya ?

Kali ini, marilah kita mencoba membuat sabun. Lumayan bisa menciptakan lapangan kerja atau meningkatkan kesejahteraan umat. sehingga mereka makin maju. Setidaknya dengan sabun merk ”Muaawanah” dapat dianjurkan  untuk dipakai ummatnya, jika mutu dan harganya mampu bersaing.

Cobalah memakai 5 jenis minyak yang berguna bagi kulit, yaitu minyak  : Zaitun, kedelai, kelapa,  sawit dan minyak castor serta sedikit lilin madu (beeswax), dan aroma Vanilla fragrance. Sabun tersebut berwarna coklat alami. Begitulah bahan membuat sabun sendiri yang natural

Sabun ini mengandung gliserin alami yang berguna menjaga kelembaban kulit, mencegah kulit menjadi kering, sehingga tidak perlu memakai hand body lotion lagi, karena dengan memakai sabun natural kulit halus sepanjang hari.
Pembuatannya bisa dicoba dengan : 142 gr minyak sawit; 452 gr minyak zaitun; 142 gr minyak kelapa; 102 gr NaOH; 240 gr air dan 20 gr pewangi. Dianjurkan merubah dengan simulasi bahan dan jumlah (komposisinya), sampai diyakini produk kita dirasakan paling ideal. Tidak sulit kan mencari bahannya ?
Proses pembuatannya berikut :

  1. Masukkan NaOH ke dalam air dan biarkan larutan alkali ini menjadi hangat dengan temperatur lebih kurang 45 °C, dari semula yang 90 an °C.
  2. Setelah mencapai suhu tersebut, panaskan minyak sebentar dan jaga agar suhu minyak dan larutan NaOH sama yaitu 45 °C. Gunakanlah panci stainles steel, jangan memakai alumunium atau seng, karena larutan alkali mengakibatkan kerosif.
  3. Masukkan larutan alkali ke dalam minyak, diaduk sampai rata dan berubah mengental. Gunakalah stik blender, agar kurang dari 35 detik sabun sudah mulai mengental.
  4. Ketika sabun mulai mengental, berilah pewangi dan pewarna atau ekstrak tanaman / herbal.
  5. Setelah tercampur rata, tuang adonan sabun ke dalam cetakan yang telah dialasi plastik atau kertas lilin. Cetakan sabun, bebas ditentukan sesuai dengan minat percobaan dan penampilan.
  6. Tutup bagian atas dengan plastik, dan permukaannya dengan kain yang tebal serta biarkan  selama 24 jam agar proses saponifikasi / proses menjadi sabun benar-benar komplit.
  7. Keluarkan sabun dari cetakan dan potong2 sesuai selera.
  8. Keringkan sabun di tempat yang cukup ventilasi selama 4 – 6 minggu, setelah itu sabun siap dipakai atau dipasarkan dengan kemasan

Melakukan percobaan hingga mendapatkan hasil yang terbaik bagi calon pengguna, merupakan tantangan bagi umat Muaawanah. Bukankah menyejahterakan sebagian umat merupakan kewajiban bersama pengurus DKM dan masyarakat.

Aguk; dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: