PRIORITAS HIDUP KITA

Suatu kali, seorang Ustad mengunjungi narapidana hukuman mati. Di penjara itu, ia melihat semua narapidana sedang menghabiskan waktu menonton televisi di masing-masing ruang sel mereka. Pada sel terpidana mati memang diijinkan membawanya sebuah TV kecil tiap orang.

Ia segera tertarik melihat seorang narapidana yang tidak memiliki televisi di selnya. Menariknya adalah, narapidana yang bernama Markum itu terlihat sedang membaca Alquran. Ketika ditawari  televisi, tawaran itu langsung ditolaknya.

Rupanya, ia sengaja tidak menonton TV karena ia tidak ingin membuang waktunya saat ia tahu bahwa ia hendak bersiap menghadap Tuhan, ia tidak mau membuang waktunya untuk televisi.

Tentu kita tidak perlu menjadi terpidana mati seperti Markum untuk dapat memiliki prioritas yang benar. Apa prioritas kita dalam hidup ini ? Kadang kala kita merasa 24 jam itu masih kurang. Memiliki waktu 10 menit saja untuk kegiatan ibadah sepertinya susah sekali.

Kita harus hidup memiliki prioritas terutama untuk hal-hal relijius. Karena semua yang kita lakukan akan sia-sia jika tidak mengutamakan dan menyikapi perintah dan larangan Allah dalam kehidupan kita. Aguk

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: