LALAT, TANGGUNG JAWAB SIAPA

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum wr wb.

Lalat adalah serangga berukuran kecil, sedang, dan besar. Mulutnya siap untuk menusuk, menghisap, menjilat dan menyerap. Kehadiran lalat cukup merepotkan dalam kehidupan kita dari segi psikologis, kesehatan, dan merusak reputasi lingkungan sehat.

Dilingkungan komplek kita, perhatikanlah tumpukan sampah yang belum diangkut, atau sampah yang tersisa di tempat pengumpulan sampah, didepan rumah dalam bak sampah atau kantong kresek yang telah ditusuk oleh pemulung sampah dan digerobag belanjaan yang diam dan bergerak diwilayah RW kita.

Lalat yang mengerubut pada ikan, daging dan barang berbau lainnya itu berperan menularkan dan menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Kebiasaan lalat yang hinggap dan mencari makanan disampah/kotoran yang mengandung agen penyakit, kemudian ditularkan ke manusia melalui makanan yang dihinggapi /dimuntahkan oleh lalat.

Ketika populasi lalat meningkat, lalat dapat menjadi pengganggu baik bagi orang yang sedang bekerja maupun sedang dalam istirahat. Gangguan lalat dapat menimbulkan dampak bagi industri makanan, karena memberi kesan yang tidak sehat dan tidak nyaman. Jenis penyakit yang ditularkan adalah Disentri, Kolera, dan Diare.

Lalat umumnya berkembang biak pada habitat diluar hunian manusia yang telah membusuk dan penuh dengan bakteri, seperti vegetasi yang membusuk, kotoran hewan, sampah dan sejenisnya. lalat lebih banyak memilih habitat yang cukup banyak bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi misalnya sampah organik dan basah.

Mencegah lalat, diantaranya melalui sampah dapur yang merangsang lalat mengerubut agar disimpan dalam kantong kresek yang tertutup (yang harus diamankan untuk tidak dilubangi dengan tusukan oleh Pemulung); sehingga tertutup rapi hingga sampai ke truck pengangkut sampah.

Disamping itu pedagang belanjaan, sebaiknya memahami agar barang dagangannya diamankan dari lalat yang mengerumuninya. Terlepas dari semua itu, muncul pertanyaan siapakah lembaga yang paling berkewajiban melakukan tindakan pencegahan dari lalat ?

Ketika warga Lembaga RT/RW/Desa belum mengimplementasikan ”Hidup bersih dari lalat”, masih ada peluang bagi DKM untuk mengajak umatnya melakukan tindakan pencegahan terhadap penyakit dari lalat. Bukankah bersih itu sebagian dari Iman ?

Wassalamualaikum wr wb.

FatchurR-Dikembangkan dari http://www.indopest.co.cc/lalat.htm

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: