UMUR DAN BATAS WAKTU

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum wr wb.

Usia sebenarnya boleh tidak panjang, tetapi setiap detik berlalu harus mempunyai makna. Itulah sesungguhnya hakekat umur manusia.TAK semua orang diberi kesempatan Allah hidup di bumi sampai usia senja. Sebagian kecil manusia ternyata masih dan akan senantiasa “hidup” sampai diakhir zaman. Jika seluruh sisi kehidupannya diteladani oleh umat manusia.

Para pendahulu kita, tokoh yang berjasa di negeri ini dan orang-orang baik yang semasa hidupnya memberi manfaat pada umat, akan senantiasa hidup sepanjang masa meski jasad mereka hahkan beratus tahun berada di dalam perut bumi.

Semua itu karena umur mereka jauh melampaui batas usia yang ajalnya sudah ditentukan Allah. Usia boleh pendek tapi setiap detik berlalu dengan penuh makna. Itulah hakekat umur manusia, tak selalu sama dengan usianya.

Tak aneh jika ada orang yang meninggal di usia belia, manfaatnya bagi masyarakat jauh lebih panjang dan berbekas dibanding usianya. Ada yang merasa “baru terlahir kembali” setelah tobat di usia 50 tahun. Ada pula yang dianggap “tua” karena amal salehnya yang banyak dibanding orang seusianya.

Itulah relativitas umur dan waktu dalam usia manusia. Satu jam bagi seorang pekerja keras tentu sangat berbeda kualitasnya dengan satu hari bagi pemalas.

Beda Umur & Usia

Kedua kata itu hampir tidak bisa dibedakan artinya. Tapi jika dirunut asal katanya, maka perbedaan dari keduanya adalah : Usia atau masa yang dilewati oleh makhluk hidup dalam hitungan waktu kuantitatif dari hari ke bulan sampai tahun. Waktu yang dilalui oleh manusia.

Sementara umur atau masa yang dilalui secara kualitatif. Umur lebih menunjuk pada makna kualitatif sedangkan usia lebih pada berlalunya masa secara kuantitatif.

Kita semua tentu ingin setiap detik yang kita lewati penuh makna. Biarlah usia kita sudah dijatah oleh Allah dan setiap hari berkurang namun umur yang berarti kebaikan, peningkatan, dan semua yang bermakna positif, bertambah.

Marilah kita isi umur kita dengan terus memelihara dengan ilmu dan amal yang benar serta bermanfaat. Kedua, jangan cepat puas dan merasa cukup dengan yang sudah dilakukan. Berupayalah terus untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Ketiga, senantiasa menjalankan kebenaran dan terus menjadi motor kebaikan. Keempat, senantiasa bersabar dan terus membangun kesadaran agar senantiasa tegar dalam memperjuangkan kebaikan.

Penutup, marilah kita tingkatkan : Silaturahim, hubungan baik, berbagi suka duka, mengatasi kesulitan, menanam jasa kepada orang lain, membantu yang bisa kita berikan, menyampaikan harapan dan keinginan, menyebarkan ilmu dan pengalaman, merajut kasih yang tulus. Semua itu membuat hidup kita lebih bermakna.

Wassalamualaikum wr wb. (FatchurR-Disarikan dari tulisan Badriyah Fayumi-Noor-Des 2003)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: