BILA MUSIBAH ITU MENIMPA KITA

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum wr wb.

Ada kemungkinan suatu saat kita diberi cobaan dalam menghadapi keluarga / famili yang sakit keras di rumah sakit atau ditempat lain. Bagaimana kita menyikapinya ? Berpikirlah selalu positif, sehingga keimanan dan ketakwaan kita tidak terkikis.

  1. Berusahalah mencari sebanyak mungkin informasi mengenai pengobatan yang harus dilakukan, alternatif, dan informasi tentang cara menangani kejiwaan penderita,  yang merawat dan keluarga yang serumah.
  2. Ingatlah bahwa seburuk-buruk takdir kita, masih banyak orang yang mengalami musibah yang lebih berat.
  3. Selain perawatan fisik, jangan lupa kasih sayang tetap diberikan pada si sakit.
  4. Jangan mengisolasi si sakit, libatkanlah dalam kegiatan keluarga, misalnya dengan tetap diajak jalan-jalan, dan sebagainya.
  5. Jika terpaksa ditinggal sendiri, beri hiburan musik ataupun siraman rohani yang dapat menambah spiritnya.
  6. Jagalah kesehatan diri agar tetap dapat menjalankan roda rumah tangga. Tidak lupa makan dan minum yang bergizi, cukup istirahat, dan olah raga agar yang tidak sakit selalu bugar.
  7. Untuk menjaga kestabilan emosi, selain berdo’a mohon ketabahan pada Allah Swt, bila diperlukan mengikuti konseling, seminar atau menghibur diri dengan mendengar musik, membaca buku atau refreshing sejenak, akan sangat membantu.
  8. Masalah keuangan yang biasanya sangat peka karena selain untuk berobat, juga diperlukankan untuk menutupi kebutuhan rumah tangga, perlu dipikirkan dengan serius. Cobalah mencari peluang mendapatkan penghasilan tambahan (jika memungkinkan).
  9. Agar dalam merawat si sakit suasana hati kita selalu baik, usahakan ada dua orang yang merawat secara bergantian. Pastikan untuk mencari perawat yang benar-benar sabar.
  10. Yakinkan pada si sakit bahwa ia tidak boleh merasa sendirian dalam penderitaanya. Seluruh keluarga mendukung. Sebab Allah Maha Kuasa, Maha Penyembuh dan Maha Mengetahui, apa yang telah ditakdirkan pada kita.

Yakinkan bahwa rencana Allah adalah untuk kebaikan kita semata. Karena hidup yang sebenarnya adalah kehidupan yang kelak di akhirat nanti. Meskipun dengan cara yang tidak lazim, seharusnya kita selalu mensyukuri setiap ujian yang diberikan Allah Swt, sebagaimana kita mensyukuri setiap nikmatNya. Wassalamualaikum wr wb.

(FatchurR disarikan dari : Bila musibah menimpa. Noor-1203)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: