BENTUK MUHASABAH

Bismillahirrohmanirrhim, Assalamualaiku wr wr.

Perputaran waktu merupakan momentum untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Allah swt. berfirman :

“Wahai orang yang beriman, Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Nya. Sungguh, Allah Maha-teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (al-Hasyr: 18)Muhasabah bisa kita lakukan dengan tiga bentuk.

MUHASABAH SEBELUM BERBUAT

Dilakukan dengan memikirkan terlebih dahulu; apakah yang hendak dilaksanakan itu sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya atau tidak. Bagi orang beriman, dia akan menyesuaikan diri dengan apa yang Allah kehendaki sebagaimana firman-Nya,

“Dan kamu tidak dapat menghendaki (rnenempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (at-Takwiir: 29)

MUHASABAH SAAT MELAKSANAKAN SESUATU

Dilakukan dengan selalu mengontrol diri agar tidak menyimpang dari apa yang semestinya dikerjakan dan bagaimana melaksanakannya. Hal ini dapat mencegah kemungkinan terjadinya penyimpangan pada saat melaksanakan sesuatu atau menghentikannya sama sekali.

MUHASABAH SETELAH MELAKUKAN SESUATU

Dilakukan dengan maksud agar kita dapat menemukan kesalahan yang kita lakukan, lalu menyesali dengan tobat dan tidak melakukan lagi pada masa-masa mendatang.

Bahaya yang akan timbul bila tidak muhasabah :

MENUTUP MATA DARI BERBAGAI AKIBAT

Kesalahan dan dosa yang dilakukan manusia tentu ada akibatnya, di dunia dan akhirat. Manakala seseorang tidak melakukan muhasabah, dia akan menutup mata dari berbagai akibat perbuatan yang buruk, akibat yang menimpa diri dan keluarganya maupun akibat yang menimpa orang lain.

LARUT DALAM KEADAAN

Seseorang akan larut dalam keadaan sehingga dia dikendalikan oleh keadaan bukan pengendali keadaan.

MENGANDALKAN AMPUNAN ALLAH

Setiap orang yang berdosa memang mengharap ampunan Allah swt. Tapi bagi yang tidak melakukan muhasabah, dia hanya mengandalkan ampunan Allah swt itu tanpa bertobat.

Sebab tak mungkin seseorang bertobat tanpa muhasabah, karena tobat itu harus disertai dengan menyadari kesalahan, menyesali dan tidak akan mengulanginya lagi.

MUDAH MELAKUKAN DOSA

Membuat seseorang mudah melakukan dosa dan menyepelekannya. Orang yang tidak melakukan muhasabah bahkan tidak hanya mudah melakukan dosa, tetapi dosa itu menjadi sikap dan kepribadiannya sehingga meskipun menurut pengakuannya sudah bertobat dari dosa itu, tetap saja mengulang-ulanginya lagi.

Wassalamualaikum wr wr.  (Aguk, dikutip dari 160-Materi Dakwah pilihan ”Drs Ahmad Yani”)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: