MENEPATI JANJI

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saudaraku kaum Muslimin!;

Judul kita pada kali ini “Menepati janji” karena disadari atau tidak tiap hari kita tidak luput membuat janji baik kepada Allah Swt dan kepada manusia. Dan jika ini dibahas tentunyamemakan waktu sangat panjang dan jika ditulis maka seakan-akan tidak akan putus-putusnya.

Sumpah / janji melekat dalam kehidupan manusia, dalam hubungannya dengan Allah dan dengan manusia lain. Yang telah membuat janji akan akan diminta pertanggung jawaban, di dunia dan diakhirat.

Allah Swt berfirman, “. . . dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya. (Qs Al Israa’ : 34)

Orang yang selalu menepati janji disebut “Al Amin”, berarti dia mempunyai sifat setia, jujur dan terpercaya. Setia terhadap janji merupakan dasar terpenting bagi pembentukan pribadi yang Islami.

Barangsiapa yang teguh janjinya, dengan pernyataan sumpah, atau atas nama Allah, maka ia telah berjanji kepada Allah. Pengkhianatan terhadap janji merupakan pengkhianatan terhadap Tuhan yang telah memberi amanah kepadanya.

Janji ada dua bagian. Yaitu janji terhadap Allah Swt dan janji terhadap manusia. Adapun janji terhadap Allah adalah melaksanakan syari’atnya serta segala janji yang diucapkan seorang Muslim kepada Tuhan.

Adapun janji terhadap manusia adalah segala keharusan yang mesti dipenuhi di antara manusia dalam setiap muamalah. Meskipun janji kepada manusia tetapi mengandung janji kepada Allah.
Memegang jabatan adalah memikul beban yang berat untuk memenuhi janji / sumpah yang diucapkan karena beratnya jabatan tersebut

Rasulullah saw mengingatkan dalam suatu hadits (dari Abdurrahman bin Samurah r.a). Dia bersabda, “ Wahai Abdurrahman bin Samurah ! Janganlah Engkau meminta jabatan (kekuasaan). Karena jika engkau diberi jabatan karena permintaanmu, akan menjadi lebih berat (tanggung jawabmu).

Jika engkau diberi jabatan tanpa diminta, engkau akan dibantu (menjadi lebih ringan) tanggung jawabmu. Apabila engkau ingin bersumpah lihat dulu kebaikan yang dapat diperoleh, sebaiknya jauhilah bersumpah, dan lakukan saja mana engkau lihat lebih baik.
Menepati janji di dalam tatanan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat merupakan suatu kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan yaitu masyarakat yang adil, sejahtera lahir dan bathin.

Pejabat negara yang mengucapkan sumpah / janji mengatas namakan Allah maka wajib baginya  menepati janji yang diucapkannya. Sumpah yang diucapkan menirukan pengambil sumpah dengan meletakan Al Qur’an diatas kepala, disaksikan hadirin dan pasti disaksikan oleh Allah Swt.

Tampaknya upacara pengambilan sumpah begitu sederhana tetapi mempunyai dampak yang luas. Bila pejabat negara, pedagang, dan seluruh masyarakat memegang janji dengan sungguh-sungguh maka pastilah masyarakat akan memperoleh keadilan, kemakmuran, sejahtera lahir dan bathin.

Sebaliknya, jika sumpah tak dilaksanakan, resikonya sangat besar. Jika ada tindakan, perkataan atau perilaku yang tak selaras dan bertentangan dengan sumpah itu, disebut pengkhinatan. Pengkhinatan merugikan orang banyak yang berakibat, rakyat yang seharusnya diayomi, malah didzalimi.

Rakyat yang harusnya memperoleh kemakmuran tetapi yang muncul kesengsaraan. Uang negara yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, digunakan untuk kepentingan pribadi. Dan berbagai berbentuk pengkhinatan, yang muaranya kehancuran masyarakat bahkan kehancuran negara.

Ajaran Islam membuat garis tegas bahwa sikap ini disebut munafik. Dalam suatu hadits dari Abdullah bin Umar dan Amr bin Ash ra, Rasulullah saw bersabda, “ Barangsiapa yang mempunyai keempat hal ini maka ia adalah orang munafik murni dan barangsiapa yang memiliki sebagian darinya maka ia memiliki bagian kemunafikan sebelum ia meninggalkannya,

Yaitu (1) Bila dipercaya ia berkhianat, (2) jika berbicara ia berdusta, (3) jika berjanji ia ingkar, dan (4) jika ia bermusuhan ia berbuat curang. Begitu pentingnya kesetiaan terhadap janji dalam pembentukan masyarakat yang islami.

Islam menjelaskan yang bakal diterima oleh orang yang tidak setia terhadap janjinya. Orang-orang yang menggadaikan janjinya dengan harga murah serta lebih memilih kehidupan dunia, maka ia merugi sedangkan yang menepati janji akan beruntung baik di dunia maupun di akhirat.

Allah Swt berfirman, “Dan janganlah kamu jadikan sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, yang menyebabkan tergelincir kaki (mu) sesudah kokoh tegaknya, dan kamu rasakan kemelaratan (di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah: dan bagimu azab yang besar.

Dan janganlah kamu tukar perjanjianmu dengan Allah dengan harga yang sedikit (murah), sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.

Dan sesungguhnya Kami akan beri balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (Qs An Nahl 94-96). Dengan demikian jelas bahwa, pribadi Muslim yang taat itu selalu menepati janji.

Jika telah berjanji kepada manusia maka ia memegang teguh dan setia kepada janji itu. Manakala ia melihat kerusakan dan pertentangan, ia dengan antusias segera memperbaiki dan mendamaikannya. Ia tak akan menarik dari suatu kesepakatan yang pernah disepakati, terlebih jika berkaitan dengan orang banyak.

Akhirnya harus disadari bahwa kita semua yang telah mengikat janji dan itu harus ditunaikan dengan penuh kesadaran dan penuh tanggung jawab. Semoga kita selalu mendapat tuntunan dari Allah, termasuk golongan yang menepati janji

Wallahu ‘alam bi shawwab. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (FatchurR-

http://marwan-kultum.blogspot.com/2008_01_01_archive.html

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: