TUJUAN YANG TERLUPAKAN

  1. Assalamualaikum wr wb, marilah kita mulai Kultum ini dengan membaca Basmallah.

Permintaan manusia yang baik itu adalah sebagaimana dimaksud dalam surat Al-Baqarah ayat 201:

“Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

Setiap melakukan kegiatan manusia, mempunyai tujuan tertentu. Karyawan, dengan senang hati sepanjang jam kerjanya melakukan tugasnya, karena ia mempunyai tujuan ingin memperoleh gaji / honor untuk menghidupi anak dan istrinya. Bila suatu saat kantornya itu tidak dapat lagi memberinya gaji, tentu ia akan segera keluar.

Orang yang tidak tahu tujuan yang dilakukannya, adalah ibarat sapi di pejagalan. Sapi tidak pernah tahu untuk apa ia dibawa ke tempat tempat pemotongan hewan. Seandainya dia tahu, tentunya dia tidak punya selera lagi untuk makan rumput segar yang disodorkan kepadanya; atau minimal ia akan berusaha mencari kesempatan untuk kabur dari tempat itu.

Demikian halnya ketika kita mempelajari agama. Kita seharusnya tahu, untuk apa tujuan mempelajari nya. Bila tidak, bukankah ini berarti kita sama saja dengan sapi yang disebutkan tadi ? Kita perlu mempelajari agama, agar di dunia bisa hidup bahagia dan di akhirat kelak akan menempati surga.

Bila sekarang kita kita dilanda stress, gelisah, dendam, iri hati, kecewa berat, dan segala macam apa pun yang bertentangan dengan kebahagiaan; maka haruslah kita akui dengan jujur, bahwa pelajaran agama yang telah kita dapatkan selama ini ternyata masih jauh dari tujuannya.

Pengajian atau ceramah agama yang kita ikuti, mungkin kurang banyak. Atau, kita sudah cukup rajin menghadiri pengajian agama, tetapi kita belum pandai memilah dan memilih yang disampaikan oleh Ustadnya atau pemahaman kita masih belum nyambung.

Apa yang seharusnya kita masukkan ke dalam jiwa, hanya lewatkan saja di telinga. Sebaliknya, apa yang seharusnya dilewatkan di telinga seperti selingan humor yang disampaikan Ustad justru itu yang kita ingat terus dalam hati.

Hal ini terjadi karena mungkin kita lupa, untuk apa sebenarnya tujuan kita hadir di tempat pengajian. Bila sejak awal kita mengetahui apa tujuan menghadiri pengajian, mestinya kita akan dapat memilah mana pasir dan mutiara.

lnsya Allah, dengan firman Allah dalam surat Al-Kahfi ayat 103- 104, dapat menggugah hati kita untuk melakukan introspeksi, apakah selama ini kitasudah benar dalam mempelajari agama. Janganlah kita seperti sapi, yang tidak tahu untuk apa ia berada di sana.

Katakan lab: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya ?” Yaitu orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya.

Mudah mudahan perenungan ini dapat mengingatkan kita, betapa pentingnya mengetahui kemana arah tujuan kegiatan kita. Karena dengan demikian, kita akan dapat mengevaluasi, apakah yang kita lakukan selama ini sudah sesuai dengan arah tujuan itu atau malahan menyimpang.

Bila kita masih juga dilanda stress, kekecewaan yang mendalam, atau masih berbuat mungkar;  mungkin selama ini kita salah mempelajari agama, atau paling tidak, ilmu agama yang kita pelajari masih kurang.

Billahi taufiq walhidayah, wassalamu’ajaikum warahmatullahi wabarakatuh (Aguk– Dikembangkan dari Sentuhan Kalbu- Ir Permadi Alibayah)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: