BERBUAT BAIK JANGAN DITUNDA

Bismillahirrohmanirrahim, Assalamualaikum wr wb.

Tentu anda pernah memperhatikan atau mendengar seseorang yang terjerumus kedalam lembah yang hitam. Hal demikian bisa terjadi karena kecenderungan yang mereka lakukan diawali dari mencoba-coba, berlanjut dan terus berulang.

Demikian halnya yang selalu berfikir untuk merugikan kekuangan organisasi, perusahaan dan Instansi (korupsi), mereka akan berusaha mencari peluang melakukannya.

Sebaliknya orang yang suka sholat berjamaah ke masjid, maka dia akan dan diharapkan ramah ke tetangganya, rutin berinfaq dan bahagia kehidupan keluarganya serta bermanfaat bagi masyarakat, karena terbebas dari fikiran yang menuju ke tindakan negatif.

Dalam suatu hadits qudsi, Allah SWT berfirman “Jikalau seseorang hamba itu mendekat padaKu sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekal padaKu sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas.” (HR. Bukhari)

Semakin mereka terbiasa berbuat baik, maka terbuka pintu penigkatan kebaikan yang lain. Hal ini sesuai dengan hadits qudsi tadi. Sehingga semakin tinggi intensitas dan kualitas ibadah kita, maka semakin dekatlah kita dengan-Nya.

Membiasakan berbuat baik, merupakan salah satu kunci kesuksesan hidup. Apabila kita telah membudaya berbuat kebaikan, maka semakin mudah jalan kita untuk mencapai kebahagiaan hidup. Agar manusia terbiasa beribadah, maka beberapa ibadah dilakukan berulang dalam kurun waktu tertentu seperti sholat lima kali, sebagai misal : Puasa sunnah dua kali seminggu dan sebagainya.

Kesulitan yang relatif berat (sulit) adalah dalam memulai melakukan suatu ibadah. Biasanya lebih berat dibandingkan ketika melaksanakannya. Padahal budaya menunda berbuat baik adalah tidak harus dilakukan. Jika anda berminat menunda, maka tundalah untuk menunda.

Perhatikanlah yang disampaikan Rasulullah : “Segeralah beramal, jangan menundanya hingga datang tujuh perkara. Jangan menunda beramal kecuali jika sudah datang: kemiskinan yang membuatmu lupa, kekayaan yang membuatmu berbuat melebihi batas, sakit yang merusakmu, usia lanjut yang membuatmu pikun, kematian yang menjemputmu, dajjal, suatu perkara gaib terburuk yang ditunggu, saat kiamat, saat bencana yang lebih dahsyat dan siksanya yang amat pedih.” (HR. Tirmidzi)

Mulailah beramal ibadah dengan mengetahui akan besarnya manfaat yang akan dirasakan. Segala hambatan atau godaan untuk tidak melaksanakan kebaikan itu akan bisa dihindari dengan keyakinan yang kuat. Karenanya, kita wajib untuk mencari ilmu tentang fadhilah (kelebihan) dari suatu amalan atau ibadah. Bahkan untuk menguatkan hati, kita juga perlu mencari ilmu terus menerus. Bahkan beberapa pengulangan dalam Al Quran digunakan agar manusia semakin ingat.

Kesimpulannya : Mulailah perbuatan baik yang ingin anda lakukan sekarang dan jangan ditunda. Kalau belum yakin, perluas dan perdalam ilmu agar kita semakin yakin.

Wassalamualaiku wr wb (FatchurR-Dikembangkan dari gatot h. pramono :

http://kultum.wordpress.com/2008/06/11/membiasakan-berbuat-baik/)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: