MENYIAPKAN AJAL TIBA

Assalamualaikum wr wb. Shalat Zhuhur barusan (1 Ramadhan 1430H) memberikan pembelajaran sangat bermakna bagi saya. Di suatu masjid sedang menunggu mayat yang akan dishalatkan. Saya tersentak mengingat ini adalah hari pertama bulan Ramadhan.

Bagaimana nantinya kalau saya dipanggil Allah pas tanggal 1 Ramadhan ? Betapa ruginya saya tidak bisa menjalani kesempatan emas di bulan penuh berkah, amalan baik kita dilipat-gandakan pahalanya. Dalam hati saya berdoa agar kelak kalau saya mati tidak pada hari pertama atau menjelang Ramadhan.

Namun pemikiran saya berkembang liar. Bukankah ini semua sudah menjadi bagian dari takdir yang telah digariskan Nya ? Mana mungkin saya merubahnya ? Tentu semuanya hanya dengan ijin dari Allah swt.

Kalau memang Allah menghendaki saya dipanggil pada 1 Ramadhan, mana mungkin saya mengelak, meski saya belum sempat makan sahur sekalipun ? Inilah misteri kematian yang tak seorangpun bisa menebak.

Terbesit juga di doa saya ingin mengajukan kalau mati, sebaiknya tanggal 1 syawal karena saya sudah menjalani ramadhan secara penuh. Tapi, kan masih ada puasa Syawal ? Ya kalau gitu saya akan minta dipanggil Allah swt, 8 syawal saja setelah insya Allah saya menunaikan 6 hari puasa di bulan syawal.

Rasanya kalau dipanggil 8 Syawal rasanya beban dosa maksiat saya telah menggunung dan tidak terbayar sampai tanggal 8 Syawal. Lantas, kapan dong saya siap dipanggil ? Ternyata gak mudah menjawabnya. Karena saya masih merasa butuh puluhan Ramadhan berikutnya untuk mengakumulasi pahala demi menghapus segala doa saya.

Saya jadi ingat khutbah Jumat kemarin (21 Agustus 2009) bahwa Ramadhan itu ibarat new madrasah yang menciptakan karakter taqwa. Kalau benar setelah Ramadhan, insya Allah, karakter taqwa kita lebih baik dari sebelum Ramadhan, maka kita mungkin perlu mempertahankannya.

Kalau selama bulan Ramadhan kita bisa rajin menjaga mulut, mata, telinga dari maksiat, mengapa hal yang sama kita lakukan setelah Ramadhan juga ? Kita rajin shalat malam (qiyyamullail / traweh), seharusnya kita juga melakukan shalat malam di bulan selanjutnya ?

Singkat cerita, marilah membiasakan perilaku kita selama Ramadhan diterapkan sama pada saat setelah Ramadhan, bahkan kalau bisa lebih meningkat. Tentunya kalau kita menginginkan pahala yang tidak jauh berbeda dari saat Ramadhan karena di bulan lain pelipat-gandaannya tidak spektakuler seperti Ramadhan. Dengan demikian, mungkin saya menjadi siap untuk dipanggil kapan saja. Semoga.

Semoga kita semua termasuk golongan yang diberi rahmat dan cahaya iman serta taqwa oleh Allah swt. Amin. Selamat menunaikan ibadah Ramadhan hari pertama di 1430H ini. Jangan lupa, ibadah Ramadhan tidak hanya puasa, Anda bisa tambah dengan membaca Quran, sodaqoh, infaq & zakat, dzikir, istighfar, doa dan amalan baik lainnya, Wassalamualaikum wr wb,

Diedit oleh Aguk, dari Gatot Widayanto melalui email seorang teman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: