BAGAI PENYELAM MUTIARA

  1. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Ilahi, dengan penuh kesadaran bahwa Dia telah membalas dosa yang banyak kita lakukan dengan karunia nikmat yang jauh lebih banyak lagi. Shalawat dan salam semoga dicurahkan- Nya pada junjungan kita, nabi besar Muhammad saw; dan para pengikutnya sampai akhir zaman

Allah berfirman dalam Al-Qur’an pada surat Hadiid ayat 2O, yang artinya :

Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegahan diantara kamu banyaknya harta dan anak, seperti tanaman mengagumkan petani;  kemudian tanaman itu menjadi kering dan warnanya kuning, lalu hancur dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Perjalanan hidup manusia tidak ubahnya bagaikan kisah penyelam mutiara. Seorang penyelam mutiara, dalam melaksanakan tugasnya selalu dibekali dengan tabung oksigen yang terpasang di punggungnya. Pada saat ia terjun menyelam, niatnya bulat ingin mencari tiram mutiara sebanyak-banyaknya.

Tetapi begitu ia berada di bawah permukaan laut, ia mulai lupa apa yang harus dicarinya. Ternyata pemandangan di dalam laut sangat mempesona. Bunga karang yang melambai seolah memanggilnya; ikan hias berwarna-warni yang saling berkejaran membuatnya terpana. Diapun terlena ikut  melupakan tugasnya mencari tiram mutiara yang berada jauh di dasar laut.

Hingga suatu saat, dia terkejut ketika disadari oksigen yang berada di punggungnya tinggal sedikit. Timbullah rasa takut, tak terbayang olehnya kemarahan majikannya bila ia muncul ke permukaan tanpa membawa tiram mutiara sebanyak yang diharapkan.

Maka dengan tergopoh ia berusaha mencari tiram mutiara yang ada di sekitarnya. Namun sayang, kekuatan fisiknya sudah melemah, energinya habis terkuras bercanda ria dengan keindahan alam bawah laut.

Akhirnya isi tabung oksigennya kosong, walau tiram mutiara yang diperolehnya sangat sedikit, ia harus muncul ke permukaan. Malangnya lagi, karena tergesa dia tidak sempat mengikat kantongnya dengan baik, sehingga ketika tersenggol ikan yang berseliweran di sampingnya, tiram mutiara yang sudah didapatnya sebagian tumpah ke luar.

Di permukaan, majikannya menunggu. Begitu dilihat isi kantong penyelam tak berisi tiram mutiara sesuai harapannya, maka tumpahlah caci makinya; dan saat itu juga penyelam dipecatnya tanpa pesangon. Tentu bisa dibayangkan bagaimana gundahnya perasaan penyelam.

Dengan penuh rasa penyesalan, Si penyelam berusaha meminta kesempatan ulang untuk menyelam kembali, “Tuan, ijinkanlah aku menyelam kembali, pasti aku akan mencari tiram mutiara sebanyaknya” Namun majikannya dengan tegas menolak, “Percuma engkau kuberi kesempatan, ternyata engkau hanya pandai membuang oksigen saja.

Kisah ini amat mirip dengan perjalanan hidup manusia. Tabung oksigen adalah perlambang jatah umur manusia; tiram mutiara ibarat pahala yang harus kita kumpulkan; dan tiram mutiara yang tumpah mengumpamakan pahala yang hilang karena riya’; sedangkan keindahan yang ada di dalam lautan melambangkan godaan kenikmatan duniawi dengan harta, tahta dan wanitanya.

Marilah kita introspeksi, sudah cukupkah tiram mutiara yang kita peroleh, sehingga bila suatu saat kita harus muncul ke permukaan menemui majikan kita, Allah SWT, Ia ridha menerima kita. Apalagi Ia telah berfirman dalam surat Al-Ankabuut:64 : ‘Tidaklah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main, sesunguhnya akhirat itulah yang sebenar-benarnya kehidupan.”

Billahi taufiq walhidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dirangkum oleh FatchurR (dari Sentuhan kalbu -Ir. Permadi Alibasyah-S)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: