MANFAAT BERSEDEKAH

Bismillahirrohmanirrohim
Sebagai seorang Muslim, kita dituntut bersedekah. Banyak sangat bukti menunjukkan bersedekah itu sangat banyak fadhilatnya. Persoalannya, bagaimana memenuhi tuntutan ini jika kita sendiri tidak mampu bersedekah malah kita pula yang layak menerima sedekah.

Islam menyuruh kita menjadi kaya. Dengan kekayaan kita dapat menunaikan kewajiban bersedekah. Meskipun kita tahu tahapannya bersedekah dengan harta-benda, jika tidak mampu, dengan uang. Jika tidak mampu, dengan tenaga. Jika tak mampu juga bersedekahlah dengan doa. Itulah selemahnya sedekah.

Kita memandang harta sebagai salah satu alat yang disediakan Allah untuk beramal sholeh. Kita akan berusaha untuk mencari harta yang halal, lalu dengannya kita akan melaksanakan kewajiban kita. Selanjutnya kita menafkahkan harta itu di jalan Nya. Jika kita selalu menafkahkan harta di jalan Allah, kita akan mendapatkan banyak keutamaan.

Hal di tegaskan oleh Rasulullah saw dalam sabdanya : “Orang yang dermawan (al-sakhi) itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka…” (HR Al-Tirmidzi dari Abu Hurairah).

Tidak hanya itu, kebiasaan kita menafkahkan harta di jalan Allah akan mengantarkan kita mencapai kebahagiaan abadi di akhirat. Syurga, Insya Allah. Kita yakin akan hal ini, karena Rasullah saw bersabda :”Salah satu pintu surga adalah bagi orang yang gemar bersedekah (diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Karena adanya perlakuan khusus bagi para ahli sedekah (dermawan), kita akan berusaha mendidik diri untuk selalu menderma. Kita bahkan boleh hasad.Rasulullah saw bersabda :

“Diperbolehkah hasad pada dua hal: Seseorang yang diberikan harta yang selalu diinfakkannya. Dan seseorang yang diberikan ilmu, dia mempergunakan ilmu tersebut dan mengajarkannya kepada orang lain.”(HR. Bukhari dan Muslim).

Jika kita kaya, maka kita harus iri pada para sahabat, tabi’in, sampai generasi sekarang yang kekayaannya melimpah, yang dengan itu mereka menorehkan tinta emas dalam sejarah penderma. Jika kita belum kaya, maka kita tetap boleh iri (hasad). Karena sabda di atas bukan hasad pada orang kaya tapi jarang berderma. Rasulullah membolehkan iri pada : “Seseorang yang diberikan harta yang selalu diinfakkannya”.

Jadi hasad kita adalah bagi orang yang dermawan. Yang selalu berinfak dengan hartanya. Banyak atau sedikit.Tak boleh berhenti pada hasad, kita memang harus menginfakkan harta kita di jalan Allah. Kita harus sering menderma. Berikut firman Allah sebagai penambah semangat :

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS Al Kahfi: 46)

“Wahai orang yang beriman, infakkanlah apa yang telah Kami rezekikan kepada kalian sebelum datang suatu hari yang tidak ada jual beli, tidak ada hubungan kasih sayang dan tidak ada pula syafaat. Dan orang-orang kafir itulah yang dzalim.” (AS Al-Baqarah: 254); (FatchurR; bahan dari Tjahjo Rahardjo)

Tag:

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: